(Taiwan, ROC) – Dalam menghadapi kebutuhan penyimpanan energi dalam pengusungan program sumber energi yang ramah lingkungan di Taiwan, Asosiasi Manufaktur Listrik dan Elektronik Taiwan atau TEEMA pada hari Rabu tanggal 31 Januari membentuk Aliansi Pengusung Industri Penyimpanan Energi Taiwan, yang memadukan bidang manufaktur, pakar ahli, peneliti terkait lainnya untuk bersama membangun sebuah platform pengusung perindustrian, dimana hal ini kelak dapat membantu memberikan solusi pemecahan masalah bagi pemerintah dalam hal program sistim penyimpanan energi dan peraturan perundang-undangan terkait. Platform ini juga diharapkan akan mampu mempercepat penciptaan lingkungan perindustrian terkait dan membantu perusahaan dalam negeri untuk bisa mendapatkan peluang masuk ke dalam pasar dunia internasional.
Menteri Perekonomian Shen Jong-chin menyampaikan bahwa jumlah sistim penyimpanan energi untuk pasar internasional di tahap awal diprediksi mencapai US$ 7 milyar, sehingga dengan pendirian aliansi ini maka mampu mempercepat perindustrian Taiwan dalam membangun mata rantai industri bidang penyimpanan energi dan bidang terkait lainnya.
Pemerintah menyebutkan bahwa sumber energi ramah lingkungan dapat mencakup total sebanyak 20% dari jumlah energi yang ada di tahun 2025, antara lain pembangkit listrik tenaga surya dan angin, namun karena kedua hal ini masih harus dipengaruhi oleh faktor iklim dan cuaca, sehingga membutuhkan sarana dan prasarana bidang penyimpanan energi yang telah dihasilkan. Aliansi tersebut dibentuk karena pihak TEEMA sendiri melihat adanya kebutuhan yang besar di kemudian hari.
CEO TEEMA Kuo Tai-chiang menjelaskan bahwa trendi sumber energi di masa yang akan datang adalah sumber energi yang terbentuk dari berbagai bagian. Pihak Amerika dan Jepang sendiri juga tengah melakukan riset penelitian berkenaan dengan sistim penyimpanan energi. Sementara Taiwan yang memiliki landasan mata rantai perindustrian yang kuat, maka dalam pengembangan sistim penyimpanan energi tersebut, tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri semata, namun juga untuk melakukan ekspansi hingga ke seluruh dunia.
Menteri Perekonomian Shen Jong-chin mengatakan, “Tahap pertama yang paling mendasar adalah mencukupi kebutuhan penyimpanan energi rumah tangga di kedepannya, yang diperkirakan akan memiliki pasar senilai US$ 2 milyar. Untuk kebutuhan perusahaan sendiri diperkirakan mencapai angka US$ 1,8 milyar, dan kebutuhan yang terbesar adalah penyimpanan energi untuk sarana internet, dimana akan mampu mencatat angka senilai US$ 3,2 milyar. Dan semua ini boleh dikatakan masih baru tahap awal permulaan saja.”
Shen mengharapkan dengan adanya pembentukan aliansi ini, maka akan mampu menggabungkan bidang manufaktur, pakar ahli, riset penelitian dan juga program kebijakan pemerintah, sehingga mampu memberikan peluang serta melatih para pelaku usaha, untuk dapat membangun sebuah mata rantai perindustrian bidang penyimpanan energi yang ramah lingkungan.