(Taiwan/ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) saat menerima wawancara dari Institusi Brookings mengatakan bahwa telah banyak pencapaian yang diperoleh dalam pembangunan ekonomi Taiwan. Ia menambahkan bahwa kini merupakan saat yang tepat untuk mengembangkan kemampuan produksi, guna untuk menghadapi tantangan berikutnya. Beliau melanjutkan bahwa Taiwan memiliki keunggulan dalam bidang industri mesin dan ICT, perpaduan antar keduanya mampu mengantarkan Taiwan menjadi salah satu pesaing yang kompetitif dalam Dunia Internasional.
Dalam wawancara tersebut, Kepala Negara mengemukakan bahwa sejauh ini tingkat keberhasilan perekonomian Taiwan cukup cemerlang. Saat ini tengah dikonsolidasikan penerapan keberhasilan tersebut, serta melakukan pengembangan akan kemampuan produksi, sehingga mampu menghadapi tantangan pada tahap berikutnya. Tugas pemerintah saat ini adalah membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan berinovasi, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan perekonomian di kemudian hari.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan bahwa Taiwan memiliki potensi kewirausahaan yang baik. Taiwan mempunyai banyak pelaku usaha kecil dan menengah, para pelaku usaha ini tentunya memiliki pengalaman yang kaya akan tantangan dalam menghadapi berbagai situasi perekonomian. Tidak sedikit dari mereka, kini mampu mengembangkan usahanya menjadi salah satu perusahaan multinasional. Di antaranya, terdapat beberapa industri ICT Taiwan memainkan peranan penting dalam industri global. Pelaku usaha tersebut juga memiliki nilai yang baik dalam kancah Internasional, tentunya hal tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi Taiwan.
Kepala Negara melanjutkan selain industri ICT, Taiwan juga memiliki keunggulan di dalam bidang industri mesin. Saat ini tengah digalakkan pengembangan mesin cerdas. Di masa mendatang, perpaduan antar keduanya, mampu menghantarkan Taiwan menjadi salah satu pesaing yang kompetitif dalam generasi industri 4.0.
Institusi Brookings yang berkantor pusat di Washington DC ini merupakan salah satu institusi wadah pemikir terpenting di Amerika Serikat. Institusi ini juga dinobatkan sebagai salah satu lembaga yang memiliki pengaruh kuat di dunia. Delegasi yang melakukan wawancara dengan Presiden Tsai Ing-wen, mencakup Direktur Eksekutif Eurasia Evan S. Medeiros, peneliti studi Daratan Tiongkok Ryan Hass, dan peneliti strategi internasional untuk sektor Asia Robert Wang. Tim penelitian ini dipimpin oleh David Dollar yang juga merupakan salah satu anggota tim peneliti tersebut. Wawancara yang berlangsung secara tertutup ini, didampingi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Chang Wen-liang (章文樑) untuk menemui Presiden Tsai Ing-wen.