(Taiwan, ROC) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) beberapa hari lalu menyampaikan prakiraan angka pengangguran 2018, saat bersamaan juga mengingatkan hingga saat ini masih terdapat banyak buruh dengan kondisi ekonomi kurang memadai, Reuter melaporkan Organisasi Buruh Internasional(ILO) memprakirakan untuk angka pengganguran tahun ini akan mencatat 5,5%, dibandingkan dengan tahun 2018 dengan angka 5,6% terdapat perbaikan skala kecil, hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi.
Akan tetapi, World Employment and Social Outlook dibawah naungan ILO melaporkan, kondisi pasar tenaga kerja seluruh dunia mengalami permasalahan yang serius. Sekjen ILO, Guy Ruder menyampaikan, walaupun kondisi penggangguran dunia stabil, defisit pada pasar tenaga kerja tetap ada, hal ini menunjukkan ekonomi global dengan kesempatan kerja yang tersedia masih belum mencukupi.
Kunci permasalahan adalah lemahnya kesempatan kerja mencakup pengaturan lapangan kerja secara tidak resmi, tidak mendapatkan perlindungan dan jaminan kerja. ILO juga menyampaikan, di masa lalu upaya peningkatan kesempatan kerja menjadi target sasaran yang akan dicapai, namun sebenarnya pada tahun 2012 upaya ini sudah mengalami stagnasi.
Data melaporkan, kondisi seperti demikian dialami serius di negara sedang berkembang, ada 3/4 pekerja termasuk golongan lemah. Berdasarkan hasil analisa yang dilaporkan, pakar pemikir ILO Stephan Kuhn mengemukakan, diantara tingkat pekerjaan di negara sedang berkembang, ada 40% berada dalam kondisi sangat miskin.