(Taiwan, ROC) Pemerintah akan terus berupaya mengatasi masalah upah tenaga kerja yang terlalu rendah, karena andaikata masalah ini tidak diselesaikan, masyarakat Taiwan tidak akan bisa keluar dari lingkaran buruk.
Demikian ditegaskan Presiden Tsai Ing-wen ketika menemui teladan toko berantai di Kantor Kepresidenan pada hari Kamis.
Tsai mengetengahkan, semakin banyak toko belakangan telah bersedia membayar upah lebih tinggi untuk merekrut supervisor yang memang merupakan orang terpenting di suatu toko, berarti pekerjaan ini perlahan-lahan dianggap sebagai suatu profesional, dan ini adalah salah satu bagian penting dari upaya pemerintah mempromosikan peningkatan standar transisional.
Dalam proses ini, lanjut Tsai, peningkatan daya kompetisi para pegawai juga salah satu hal penting dan salah satu cara untuk mewujudkannya adalah melalui kenaikan upah.
Kepala negara mengatakan, “Pegawai memang adalah aset perusahaan terpenting. Saya percaya menambah upah bagi pegawai adalah investasi yang akan mendapatkan imbalan. Upah lebih tinggi akan membuat pegawai meyakinkan pekerjaannya, dan lebih bersedia bekerja demi perusahaan. Pegawai yang baik, perusahaan yang baik, masyarakat yang baik. Inilah ‘kemakmuran bersama’ yang kami tegaskan di tahun ini.”
Presiden Tsai juga berharap industri pelayanan jasa Taiwan bisa mengembangkan pasar di luar negeri. Tsai percaya, kehangatan dan keramahan masyarakat Taiwan akan menjadi daya kompetisi paling kuat bagi Taiwan, terutama dalam kebijaksanaan “go south” yang dikembangkan terhadap negara-negara Asia selatan dan tenggara.