(Taiwan, ROC) Di bawah tekanan menurun drastisnya wisatawan Daratan Tiongkok namun sama seperti tahun lalu bahkan memasuki tahun ketiga berhasil menembus jumlah 10 juta wisatawan yang datang. Kepala Biro Pariwisata, Chou Yung-hui tanggal 23 Januari ketika menerima wawancara khsuus dari Radio Taiwan Internasional (RTI) menyampaikan, hal ini disebabkan kebijakan baru ke arah selatan.”
Sejak Mei 2016 Taiwan mengalami perubahan partai sehingga jumlah wisatawan Daratan Tiongkok menurun drastis, apalagi ditambah dengan kasus terbakarnya bus wisata yang mengangkut wisatawan Daratan Tiongkok pada masa liburan musim panas sehingga industry pariwisata Taiwan yang bergantung pada wisatawan Daratan Tiongkok mengalami hantaman keras sehingga pada 12 September tahun bersangkutan sempat melakukan aksi protes turun ke jalan.
Mantan Kepala Biro Perkeretaapian, Chou Yung-hui yang pada masa-masa krisis seperti itu menerima jabatan sebagai kepala Biro Pariwisata ini, bagaimana bisa terus mempertahankan kejayaan menembus angka 10 juta wisatawan, ini juga merupakan tantangan besar dan keberhasilan yang diperolehnya. Tahun 2016 masih ada separuh tahun pertama yang bisa menopang angka wisatawan tetapi tahun 2017 benar-benar merupakan tantangan yang berat, untungnya saat angka data statistik dikeluarkan, tahun 2017 kemarin jumlah wisatawan yang datang ke Taiwan berada diurutan kedua tertinggi yaitu 10.739.000 wisatawan.
Terkait dengan hal ini Chou Yung-hui menyampaikan, ini adalah berkat ASEAN, Asia Tenggara, Selandia Baru dan lainnya, 18 negara yang menjadi target dalam kebijakan baru ke arah selatan, dengan 3 titik penting di kawasan ini yaitu negara Hinayana, Muslim dan negara berbahasa Inggris, ditambah dengan tekad dan upaya keras sehingga wisatawan dari negara-negara target ini meningkat pesat hingga mencapai 2,2 juta wisatawan.
Chou Yung-hui mengatakan, “Yang kita bicarakan ada 3 titik penting dari 18 negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan, satu adalah Thailand terus ke timur hingga Vietnam, merupakan negara Hinayana, maka kita menggunakan cara budaya religious sebagai poros utamanya; lalu untuk bagian Malaysia dan Indonesia yang merupakan negara Muslim, untuk itu kami juga menciptakan lingkungan ramah Muslim, kedua kawasan ini sangat penting bagi kita; bagian ke 3 adalah Singapura, India, negara-negara berbahasa Inggris. Dengan pembagian tata letak seperti ini dari yang tadinya ditargetkan 2 juta wisatawan namun sepanjang tahun kemarin mencapai 2,2 juta wisatawan.”
Chou Yung-hui lebih lanjut menjelaskan, selain keberhasilan tata letak kebijakan baru ke arah selatan yang melampaui target 35%, Biro Pariwisata juga membuka berbagai ragam pasar, tidak saja untuk perdana wisatawan Korea menembus angka 1 juta mencapai 1,05 juta orang; wisatawan dari Jepang juga mengalami sedikit peningkatan mendekati 1,9 juta ditambah dengan wisatawan kapal pesiar yang juga angkanya gemilang sehingga akhirnya untuk ketiga kalinya berhasil menembus target 10 juta wisatawan.