History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kekuatan militer Daratan Tiongkok serang Taiwan? Presiden Tsai: Tiada seorangpun yang dapat mengabaikan kemungkinan ini.

  • 23 January, 2018
  • Editor
Kekuatan militer Daratan Tiongkok serang Taiwan? Presiden Tsai: Tiada seorangpun yang dapat mengabaikan kemungkinan ini.
Presiden Tsai Ing-wen

(Taiwan, ROC) Saat Presiden Tsai Ing-wen menerima wawancara pada acara khusus yang disiarkan pada tanggal 22 Januari oleh Sanlih E-Television, Presiden Tsai Ing-wen menjabat selama 1 tahun 8 bulan dan pertama kali menerima wawancara media televisi.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, kebijakan antar selat sangat jelas, dengan target dan misi adalah mempertahankan kestabilan dan perdamaian antar selat. Tsai beranggapan ada beberapa poin penting dalam penanganan antar selat, yang pertama presiden tidak ada niat yang tegas, yang kedua pemerintah tidak memiliki kekuatan dalam menghadapi tekanan, ketiga adalah kurang adanya kekompakan dari masyarakat.

Lebih lanjut Presiden Tsai menyampaikan, jangan pernah meremehkan niat dari Presiden, atas nama negaranya presiden wajib memiliki kemauan yang keras, terkadang tidak memerlukan kompromi agar tidak memberikan banyak ruang dan fleksibilitas, hal ini dapat dilihat dari contoh di masa lalu. Pada bagian pemerintah menghadapi tekanan, ia mencontohkan jumlah wisman asal Daratan Tiongkok yang mengalami penurunan, namun jumlah wisman secara keseluruhan mengalami peningkatan, saat bersamaan pemerintah menerapkan kebijakan baru menuju arah selatan, mengontrol urusan militer dengan seksama, saat menghadapi tekanan dan boikot dari pihak Daratan Tiongkok, wajib mencari solusi penyelesaiannya. Persatuan Taiwan berdasar pada demokrasi, kebebasan dan stabilitas nasional, jika pihak Daratan Tiongkok berlanjut memberikan tekanan asalkan masyarakat Taiwan bisa kompak.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “tiada ada seorangpun yang dapat mengabaikan kemungkinan ini, yang dilihat adalah apakah pembuat keputusan ini seseorang yang rasional? Masalah lilntas selat tidak sekedar menjadi persoalan bagi kedua selat ini, ini menjadi permasalahan regional, jika dipertimbangkan sebagai isu regional, sebagai pengambil keputusan yang rasional, memulai peperangan bukanlah suatu pilihan, dirinya semestinya lebih berhati-hati dalam pertimbangannya.”

Terkait dengan undang-undang tenaga kerja, Tsai Ing-wen mengatakan, saya belum puas dengan revisi undang-undang tenaga kerja, namun untuk menjaga keseimbangan tenaga kerja, struktur undang-undang ini dibandingkan sebelumnya lebih baik, ada sebagian pekerja maupun generasi muda yang tidak dapat menerima, merasa dikhianati, maka ini menjadi masa yang sulit untuk dilalui.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, revisi undang-undang tenaga kerja tahap pertama mengharapkan seminggu libur 2 hari, mengharapkan agar jam lembur tidak terlalu banyak, namun berkurang fleksibilitas; maka ditambah dengan revisi ke-2 adanya fleksibilitas, jika dilihat saat struktur undang-undang tenaga kerja dibandingkan sebelumnya terlihat lebih membaik.

Presiden Tsai mengatakan, dalam jangka pendek tidak akan ada revisi undang-undang tenaga kerja ke-3, undang-undang hanya menjadi salah satu bagian kesulitan, saat ini yang dihadapi oleh sebagian pekerja dan generasi muda adalah upah minimum, dalam beberapa waktu terdekat mulai menangani masalah gaji pokok. Mengenai pertanyaan yang dilontarkan oleh pembawa acara Cheng bertanya apakah ada hal yang mengecewakan para pendukung. Presiden Tsai menjawab, semestinya tidak ada, ia dengan sungguh-sungguh melaksanakan tugas untuk menggapai tujuan, walaupun belum sepenuhnya seperti yang diharapkan namun akan berjalan selangkah demi selangkah.

Komentar

Terbarumore