(Taiwan, ROC) Badan Pengawas Keuangan(FSC) akan mempelajari kemungkinan pembentukan internet banking atau E-banking murni, yang akan menjadi penerapan kebijakan di tahun ini. Ketua FSC, Wellington Koo(顧立雄) mengatakan, E-banking murni mungkin dikarenakan adanya layanan bisnis yang berbeda maka juga adanya kebutuhan modal yang berbeda, dengan dibukanya E-banking murni maka membantu perbankan tradisional untuk menjalani bisnis kreatif dan memperkuat industri.
Dikarenakan tren digitalisasi, beberapa waktu terdekat ini FSC aktif mempromosikan Bank 3.0, mayoritas bank sudah memberikan layanan jasa E-banking, akan tetapi untuk bank secara murni hanya mengoperasikan layanan secara online sementara ini belum ada. Guna meningkatkan daya saing dalam industri finansial, FSC sedang mengupayakan pembentukan E-banking murni.
Di masa mendatang apakah akan dibukanya E-banking khusus? Wellington Koo mengatakan, masih mempertimbangkan resiko internet, izin E-banking murni berlaku secara global maka akan melibatkan persyaratan modal bank komersial senilai 10 milyar dolar, akan tetapi perizinan E-banking murni tidak menyeluruh maka untuk persyaratan modalnya tidak perlu terlalu tinggi, sementara apakah akan dibukanya E-banking murni ini atau tidak, masih perlu mempertimbangkan eksistensi E-banking murni cukup menarik atau tidak, ada tidaknya perkembangan ceruk pasar, serta bagian dari perbankan tradisional apakah juga akan berbaur dalam digitalisasi perbankan.’
Namun sebelumnya FSC pada tahun 2015 mempelajari kemungkinan dibentuknya E-Banking murni, pada masa tersebut program ini ditunda karena mempertimbangkan jumlah perbankan domestik sangat banyak. FSC mengatakan, dunia internasional banyak negara memiliki pengalaman E-banking murni, FSC mengontrol resiko yang ada, jaminan kepentingan bagi pengguna, modal yang mencukup dan contoh usaha bisnis yang sukses, maka dinilai berkemungkinan besar menerapkan E-Banking murni di Taiwan.