(Taiwan, ROC) – Ditjen Syah Bandar (CGA) pada 19 Januari mendapati kapal Twins Bull No.88 membantu memasukkan minyak bagi Korea Utara. Namun tanker minyak Kings Way No.18 pada tanggal 22 memasuki perairan Taiwan, CGA segera mengirim kapal pemantau untuk memeriksa dan meminta agar Kings Way No.18 tidak diperbolehkan memasuki perairan Taiwan.
Kapal berbendera Palau, Kings Way No.18 dan Twins Bull No.88 pada tanggal 19 mengajukan untuk memasuki pelabuhan Kaohsiung, namun kedua kapal ini membantu Korea Utara mengisi minyak. Biro Pelabuhan Maritim (MPB) berdasarkan keputusan PBB, menolak kedua kapal memasuki pelabuhan. CGA mengatakan, pada tanggal 19 usai menelusuri kapal Twins Bull No.88, tidak didapati barang berbahaya dan terus mengawasi pergerakan kedua kapal.
Setelah pengawasan 2 hari, Kings Way No.18 kembali lagi ke perairan Taiwan, CGA segera mengutus 3 kapal pemantau ke 22 mil laut barat daya pelabuhan Kaoshiung untuk memeriksa kapal tersebut. Di atas kapal tersebut terdapat 1 orang berkewarganegaraan Daratan Tiongkok dan 15 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia. Usai pemeriksaan dan tidak ditemukan pelanggaran, meminta kapal tersebut meninggalkan kawasan, sekaligus memperingatakan kapten kapal untuk tidak kembali ke perairan Taiwan.
Deputi Dirjen CGA Yao Chou-tien (姚洲典) saat diwawancara mengatakan, bahan bakar Kings Way No.18 sangat mencukup, mungkin berharap memberi sedikit persediaan. Namun pemerintah berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB, memutuskan memasukan kapal tersebut dalam daftar larangan masuk pelabuhan, terkecuali dalam keadaan khusus, baru dapat dibicarakan.
Kings Way No.18 pada tanggal 21 pukul 11:30 berada di 77 mil laut Barat Daya pelabuhan Kaohsiung, bergerak terus mengarah Barat, disepanjang perairan Taiwan. CGA akan terus melakukan pengawasan pergerakan.
Dalam laporan media asing menyebutkan, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan bahwa kapal Lighthouse Winmore disewa oleh perusahaan Taiwan Billions Bunkur Group. Kapal tersebut bergerak dari pelabuhan Lishui pada 19 Oktober tahun lalu dengan membawa 600 ton minyak, kemudian menyerahkan beberapa ke Korea Utara, menyebabkan kapal harus ditahan sementara oleh bea cukai Korea Selatan dan melakukan pemeriksaan.
Dikarenakan kedua kapal Kings Way dan Twins Bull yang mensuplai minyak bagi Korea Utara juga milik Billions Bunker Group, MPB berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB tanggal 9 Januari, memasukan kedua kapal minyak dalam daftar larangan masuk pelabuhan dan daftar pengawasan, serta memperingatkan larangan untuk masuk pelabuhan Taiwan.