(Taiwan, ROC) – Rapat Dewan Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke-142 akan digelar pada 22 Januari mendatang. Legislator Partai Demokrasi Progresif (DPP) Liu Shyh-fang (劉世芳) dan Wu Kuen-yu (吳焜裕) bersama dengan Yayasan Aliansi Ahli Medis (MPAT) dalam konferensi pers hari ini (18/1), menyerukan pemerintah seharusnya secara aktif menghubungi negara sahabat mengajukan di WHO agar Taiwan dapat kembali bergabung dan ikut serta dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA).
Ketua MPAT Lin Shih-chia (林世嘉) mengatakan, karena tekanan yang lebih kuat pada tahun ini, jika bulan Januari tidak mulai mengajukan, kemudian pada Maret atau April hanya menunggu surat undangan, pada akhirnya dipastikan tidak ada surat undangan, baru kemudian berseru selama masa WHA, khawatir hal ini hanya membuat masyarakat mengira diplomasi palsu dan pemerintah tidak bertugas sebagaimana semestinya.
Deputi Direktur Jenderal Organisasi Internasional, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Wang Liang-yu (王良玉) mengatakan, meski pemerintah belum mengajukan diri tahun ini, namun bukan berarti tidak bergerak. Karena pejabat yang hadir dalam rapat dewan eksekutif hanya bidang teknis dan pejabat di WHA setingkat menteri, maka suara di WHA baru lebih berarti. Setelah mempertimbangkan efek dari pengajuan tersebut, pemerintah akan sepenuhnya berkonsentrasi pada WHA agar kemampuan medis Taiwan dapat dilihat dunia.
Wang Liang-yu mengatakan, “Pengaruh dari WHA, kita semua dapat saksikan di internet. Dari pertimbangan pragmatis, dalam EB ada 34 anggota, dan ada 2 negara sahabat kita. Negara yang sepikiran dengan kita di dalamnya tidak banyak, hanya dapat melihat dan mendengar. Usai mempertimbangkan, kita seharusnya berkonsentrasi mengajukan di WHA.”
Wang Liang-yu juga menekankan, target pertama dari pemerintah tahun ini adalah berharap dapat hadir di WHA, namun bagaimana caranya, tidak dapat kami sampaikan. Tetapi setiap instansi pemerintah belum pernah melepaskan diri dari topik ikut serta WHO.