(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen akhir tahun lalu ketika makan bersama dengan media finance sempat mengungkit kalau akan menaikkan upah minimum hingga menjadi NTD 30.000 yang merupakan angka impiannya. Wakil Yuan Eksekutif, Shih Jun-ji (施俊吉) hari Selasa (16/1) pagi ketika menerima wawancara dari pembawa acara radio, Clara Chou yang menanyakan bagaimana cara untuk dapat mencapai target tersebut, Shih mengemukakan, 1 Januari tahun ini sudah menaikkan upah minimum dari NTD21.009 menjadi 22.000, kenaikkan sebesar 4,5% lebih tinggi 2,2% dari tingkat pertumbuhan ekonomi, dikedepannya apabila setiap tahun upah minimum dinaikkan 6% maka pada awal tahun 2024 sudah bisa melebihi angka 30 ribu; apabila tiap tahun naik 7% maka pada tahun 2023 sudah bisa mencapai target; jika lebih ekstrim lagi, tiap tahun naik 8% maka pada awal tahun 2022 hanya kurang NTD30 sudah mencapai NTD30.000,-
Shih Jun-ji mengatakan, Jika mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi, dan pihak kami akan mengatur agar persentase pertumbuhan dan upah minimum yang diatur undang-undang seperti pada tahun ini dengan persentasi pertumbuhan yang sama tingginya, kami mampu, Presiden mengatakan ini adalah impian, akan tetapi sebenarnnya impian ini sebenarnya dapat digapai pada 4,5 atau 6 tahun sebelumnya, dan bukan impian tak tergapai selamanya..”
Shih Jun-ji juga mengungkapkan, seperti Korea yang sekiligus menaikkan 16% upah minimumnya, membuat banyak usaha kecil dan menengah bangkrut, perusahaan besar terpaksa memecat karyawannya, untuk itu tidak bisa menggunakan cara yang terlalu ekstrim.
Mengenai bagaimana mengatasi masalah upah yang rendah, Shih Jun-ji secara jujur mengatakan ini adalah hal yang sulit. Ia juga menyampaikan Presiden Tsai Ing-wen dan Perdana Menteri William Lai sudah memiliki kesepakatan, sebelum dan sesudah tahun baru imlek akan memutuskan cara yang diambil.
Shih Jun-ji juga membocorkan kalau PM William Lai pernah memberitahukan pengalamannya saat menjadi dokter, ketika menghadapi pasien komplikasi maka ada 2 macam cara penyembuhan, yang pertama dengan terapi obat campuran (drug cocktail) yaitu dengan menggunakan berbagai kebijakan, cara lainnya adalah secara khusus menghadapi penyakit yaitu pengobatan sasaran.
Lebih lanjut Shih mengatakan, yang dimaksud dengan terapi obat campuran mungkin adalah upah minimum meningkatkan kesempatan kerja atau kenaikan gaji PNS mengerakkan kenaikan gaji karyawan, namun kebanyakan hasil dari kebijakan sangat tidak jelas untuk itu harus kembali melihat manufaktur-manufaktur mana yang lebih parah dalam masalah upah rendah seperti usaha di bidang makanan dan minuman, penjualan eceran atau manufaktur dengan upah per jam, dan tingkat pengangguran lebih banyak pada kaum muda dan pencari kerja pemula maka kebijakan yang diusulkan harus lebih mengarah pada kelompok atau manufaktur tertentu