Pengunjung berusia dibawah 18 tahun akan diizinkan masuk ke lokasi Pameran Buku Internasional Taipei ke 23 secara gratis, sementara harga karcis bagi pelajar berusia 18 tahun ke atas juga akan sangat murah, hanya NTD50.
Yayasan Pameran Buku Taipei hari Senin (21/7) mengumumkan, dua hal tadi diputuskan untuk pameran yang dijadwalkan digelar 11-16 Februari, 2015 ini, dengan tujuan mempromosikan kebiasaan membaca di antara kaum remaja.
Saat ini, hanya ada dua pameran buku internasional lain yang menawarkan karcis masuk gratis bagi pengunjung berusia di bawah 18 tahun, yaitu Pameran Buku Paris dan Pameran Buku Remaja Buenos Aires; dan pameran buku di Taipei tahun depan akan menjadi pameran buku pertama di Asia yang mengizinkan kalangan remaja untuk masuk secara gratis.
Menurut kepala Departemen Sastra dan Penerbitan dibawah Kementrian Kebudayaan Wang Shu-fang, ada tiga motto yang sejak dulu ditetapkan bagi Pameran Buku Internasional Taipei, yaitu mempromosikan kebiasaan membaca, interaksi internasional dan profesionalisme industri penerbitan.
Mulai pameran berikutnya di tahun depan, tutur Wang, Kementrian Kebudayaan menambah satu target lagi, yaitu mempromosikan kebiasaan membaca di antara kaum remaja.
Wang Shu-fang mengatakan, “Untuk mempromosikan kebiasaan membaca, pengunjung berusia dibawah 18 tahun akan diizinkan masuk ke lokasi Pameran Buku Internasional Taipei tahun depan secara gratis, sementara harga karcis bagi pelajar berusia 18 tahun ke atas juga akan sangat murah, hanya NTD50. Kami harap kebijakan ini akan membuat lebih banyak remaja datang mengunjungi pameran dan membaca lebih banyak buku secara mendalam melalui buku-buku yang ditemuinya dalam masa pameran.”
Sekedar informasi, Pameran Buku Internasional Taipei ke 23 telah menetapkan “Selandia Baru” sebagai tema pameran. Delegasi besar yang terdiri dari pengarang, pelukis dan penerbit akan diutus Selandia Baru ke Taiwan, termasuk pengarang kelas berat Lloyd Jones.