Kongres Nasional partai oposisi Partai Progresif Demokratik (DPP), yang berlangsung di Taipei pada hari Minggu (20/7), gagal menghasilkan kesimpulan atas proposal yang berkenaan dengan salah satu pasal kontroversial dalam program partai yang menyerukan “didirikannya Republik Taiwan yang berdaulat dan independen.”
Salah satu dari proposal tersebut adalah yang diajukan oleh anggota Komite Revisi Sentral DPP Chen Zau-nan, mengusulkan dibekukannya pasal pertama program partai yang secara umum dijuluki sebagai “pasal kemerdekaan Taiwan.”
Namun proposal Chen ini mencetuskan oposisi kuat dari sejumlah anggota partai pro-kemerdekaan Taiwan, yang sebaliknya telah mengajukan beberapa proposal untuk menentang gagasan Chen.
Anggota DPP Tsai Meng-hsun mengusulkan bahwa DPP seharusnya menetapkan agenda bagi kemerdekaan Taiwan, sementara legislator DPP Chen Ting-fei menasehatkan partai untuk berusaha “mempromosikan normalisasi Taiwan sebagai suatu negara.”
Proposal tersebut kemudian dengan hangat diperdebatkan dalam kongres nasional yang digelar di Pusat Konvensi Internasional Taipei, sementara aktivis pro-kemerdekaan berdemonstrasi di luar gedung.
Merespon gagal dicapainya kesepakatan maupun persetujuan di akhir kongres, Ketua DPP Tsai Ing-wen mengusulkan agar semua proposal yang diajukan, termasuk proposal atas perkembangan antar Selat Taiwan serta rencana merendahkan syarat usia minimum untuk menjadi anggota partai dari 18 tahun menjadi 16 tahun, bisa didiskusikan lebih lanjut dalam sidang Komite Eksekutif Sentral.
Meski demikian, Tsai tidak meniadakan kemungkinan bahwa suatu kongres nasional akan dibuka lagi setelah sidang Komite Eksekutif Sentral membuahkan keputusan atas isu-isu kontroversial tadi.