Cheng Chieh, seorang mahasiswa Taiwan yang melakukan pembacokan secara membabi-buta di atas sebuah kereta sistem MRT Taipei, hari Senin (21/7) didakwa membunuh empat orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.
Pihak kejaksaan menuntut hukuman mati bagi Cheng, berusia 21 tahun, atas pembunuhan empat penumpang dan upaya membunuh 22 orang lainnya dalam insiden yang terjadi 21 Mei lalu.
Dalam surat dakwaannya, pihak kejaksaan melukiskan pembacokan yang dilakukan Cheng sebagai “pembunuhan massal” dan tindakan yang “kejam dan mengerikan,” sedangkan Cheng sendiri dilukiskan sebagai seorang yang “anti-sosial, narsisis, apatis dan bercondong membunuh diri” namun pemeriksaan psikologis membuktikan bahwa dia cukup pantas untuk disidangi.
Insiden pembacokan secara membabi-buta tersebut terjadi pada tanggal 21 Mei, beberapa saat sebelum jam pulang kerja, di atas kereta MRT jalur Nangang-Banqiao-Tucheng sebelum tiba di stasiun Jiangzicui. Cheng Chieh menikam empat penumpang sampai mati dan melukai 22 orang sebelum berhasil diamankan oleh polisi dan beberapa penumpang lain.