(Taiwan, ROC) Berdasarkan data statistic dari Taiwan Stock Exchange, selama tahun tahun 2016 perusahaan dalam dan luar negeri terdapat 892 perusahaan yang berada di pasar investasi Taiwan, dan pada tahun 2017 bertambah 11 perusahaan domestic sementara perusahaan asing bertambah 10 perusahaan, namun juga ada 6 perusahaan yang keluar, sehingga dengan memperhitungkan perusahaan yang masuk maupun yang keluar tahun lalu ada 907 perusahaan.
Meskipun perusahaan baru di tahun kemarin hanya 21 perusahaan, merupakan penambahan yang paling sedikit selama 5 tahun terakhir dan nilai investasi juga turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya, namun penambahan pemasukkan investasi tunai melonjak tinggi, apabila mengabungkan antara Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) dan penambahan dana tunai maka investasi yang ada mencapai NTD170 milyar, meningkat 60% dari tahun lalu.
Ketua Taiwan Stock Exchange, Hsu Jan-yau hari Jumat (5/1) menyampaikan, jumlah IPO berkurang bukan hanya Taiwan saja, pasar global juga menghadapi hal yang sama, penyebab utama adalah banyaknya saluran penawaran investasi swasta yang masuk ke pasar begitu pula dengan saluran penawaran langsung yang semakin beragam.
Hsu Jan-yao mengatakan,”Sudah menghubungi instansi pemerintah, penyebab utama adalah pengusaha Taiwan berinvestasi ke Vietnam dan Malaysia, setelah mengamati situasi pengoperasian keseluruhan di sana cukup bagus, merupakan bisnis yang sehat, ini merupakan target kami, sama seperti mengejar seorang perempuan, berupaya dan mencari perempuan yang sehat dan berpendidikan, memastikan apakah dapat membawanya pulang.”
Hsu Jan-yao juga menyampaikan, beberapa tahun terakhir ini Taiwan Stock Exchange mencari perusahaan asing, selain dari negara-negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan, juga mencari ke negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea dan lainnya, setiap tahun tidak hanya sekali saja; Hsu mengemukakan, meskipun tidak dapat menjamin tahun ini ada berapa IPO tetapi upaya yang dilakukan tidak akan kendur.