History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden: Perdamaian Antar Selat Harus Dijaga

  • 30 December, 2017
  • Editor
Presiden: Perdamaian Antar Selat Harus Dijaga
Presiden: Perdamaian Antar Selat Harus Dijaga

(Taiwan/ROC) --- Terkait dengan hubungan lintas selat, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dalam jumpa pers mengemukakan kedua belah pihak akan terus menjaga stabilitas perdamaian. Perihal akan kemungkinan terjadi perang di Selat Taiwan, beliau merasa bahwa perang bukanlah metode yang dipertimbangkan saat ini, melainkan isu-isu antar selat akan diselesaikan melalui jalur perdamaian.

 

Kepala Negara melanjutkan bahwa hubungan lintas selat merupakan kunci utama bagi pertahanan kestabilan perdamaian. Beliau juga menambahkan bahwa hubungan keduanya tidak akan mengikuti jejak sejarah dari Partai Kuo Min-tang (KMT) terdahulu yang menutup jalur komunikasi antar keduanya.

 

Terkait akan latihan militer pesawat dan kapal perang milik Daratan Tiongkok yang menerobos garis lintas pulau pertama, Kepala Negara mengatakan pergerakan dari kapal militer Daratan Tiongkok tidak hanya dihadapi oleh Taiwan, melainkan juga melibatkan negara lain di Asia Timur. Selain itu, pemerintah akan terus melakukan penyelidikan yang mendalam. Beliau menekankan bahwa kemungkinan untuk terjadinya perang antar kedua belah pihak sangatlah kecil. Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saya percaya bahwa jajaran pimpinan Daratan Tiongkok merupakan tokoh-tokoh rasional. Saya juga merasa bahwa mereka tidak akan menerapkan metode kekerasan dalam pemikiran dan pengambilan keputusan Daratan Tiongkok”.

 

Presiden menekankan bahwa pendapat di atas bukan hanya pendapat dari 1 pihak saja, melainkan ini adalah harapan dari seluruh negara yang terletak dalam garis lintas pulau pertama. Mereka juga memandang penting dan memegang pemikiran yang sama, yakni perdamaian. Dan bahkan Daratan Tiongkok juga sangat sulit untuk mengesampingkan pertimbangan ini. Dengan kata lain, solusi hubungan antar selat tidak dapat diterapkan melalui kekerasan militer, melainkan harus dengan prinsip perdamaian.

 

Media Singapura memberikan perhatian tinggi terkait interaksi antar pejabat pemerintahan lintas selat dan kemungkinan apakah terciptanya metode baru antar keduanya. Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan bahwa negosiasi tidak dapat hanya dilakukan di dalam ruangan kecil, melainkan harus melalui komunikasi dan interaksi antar kedua pihak. Ditambah lagi komunikasi harus dilakukan sesering mungkin. Beliau mengatakan, “Negosiasi tidak cukup dilakukan secara verbal atau tertulis. Ada kalanya sikap dan tindakan juga merupakan salah satu cara menerapkan negosiasi. Selama masa pemerintahan saya, yang telah berusia 500 hari, kami juga terus berupaya mempertahankan kestabilan perdamaian”.

 

Presiden mengemukakan bahwa Taiwan akan terus mempertahankan sikapnya seperti saat ini. Ini merupakan komitmen Taiwan sebagai penjaga kemakmuran dan perdamaian di kawasan Benua Asia, sehingga perdamaian merupakan satu-satunya jalan untuk menjaga hubungan antar selat. Taiwan juga akan mengupayakan segala cara untuk menjamin keamanan regional dan mempertahankan niat baik dalam memelihara interaksi yang stabil dan konsisten.

Komentar

Terbarumore