(Taiwan, ROC) – Masa penyimpanan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) No. 4 akan berakhir pada akhir tahun ini, banyak pihak yang mempertanyakan apakah akan diperpanjang atau bagaimana kelanjutannya. Juru bicara Yuan Eksekutif Hsu Kuo-yung (徐國勇) pada hari ini (28/12) dalam konferensi pers usai rapat kabinet mengatakan, saat ini ada beberapa cara penanganan, contohnya diganti menjadi gas alam atau Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara. Namun apa pun itu, tetap harus mempertahankan PLTN No.4 dalam kondisi yang dapat dipakai, oleh karena ini tetap harus dianggarkan.
Hsu Kuo-yung mengatakan, terhadap bagaimana kelanjutan PLTN No.4, Kementerian Ekonomi (MOE) saat ini tengah meneliti, dan usai diputuskan oleh Taipower dan MOE akan diumumkan secara terbuka. Beliau menekankan, PLTN No.4 pasti tidak akan dihidupkan.
Hsu Kuo-yung mengatakan, “Jadi PLTN itu tetap harus dalam kondisi yang dapat digunakan, sehingga hal ini harus menunggu keputusan terkait bagaimana tindak lanjutnya oleh MOE dan Taipower. Jadi penyimpanan ini harus dalam kondisi yang baik dan bukan disimpan lalu diaktifkan. Ini sangat cepat, MOE akan membuat keputusan. Jika sudah dipastikan atau mulai dibahas, akan dimumukan garis besarnya.”
Dewan Energi Atom pada hari sebelumnya mengatakan, PLTN No.4 tahun depan masih akan menjalankan rencana perawatan aset selama 1 tahun. Sebelumnya, rencana penyimpanan ini adalah untuk mempertahankan agar dapat beroperasi. Oleh karena itu, harus tetap mempertahankan kestabilan area dan biaya pun lebih tinggi. Setelah diganti rencana perawatan aset, tidak akan bertujuan untuk diaktifkan kembali, namun untuk mempertahankan aset dan nilai dari peralatannya.
Taipower mengatakan, kawasan PLTN No.4 akan dirubah menjadi pembangkit listrik terpadu, dengan digunakan untuk gas dan batubara. Namun prioritas utama untuk pengembangan energi hijau seperti tenaga angin dan matahari. Pada paruh pertama tahun depan akan diajukan detail perencanaannya.