History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mei 2018 Museum Hak Asasi Manusia Diresmikan

  • 28 December, 2017
  • Editor
Mei 2018 Museum Hak Asasi Manusia Diresmikan
Mei 2018 Museum Hak Asasi Manusia Diresmikan

(Taiwan, ROC) – Menteri Kebudayaan (MOC) Cheng Li-chiun (鄭麗君) dalam konferensi pers usai rapat kabinet mengatakan, Yuan Legislatif pada bulan Desember telah meloloskan pembacaan ketiga “Hukum Organisasi Museum Nasional Hak Asasi Manusia (HAM)”. MOC direncanakan pada tanggal 17 dan 18 Mei mendatang akan secara resmi mendirikan Museum HAM yang terbagi atas “Area Peringatan Teror Putih Green Island” dan “Area Peringatan Teror Putih Jing Mei”.

Museum HAM mempunyai 5 tugas utama meliputi, mengembalikan kenyataan sejarah, membuka arsip politik, pembangunan manajemen area Jing Mei dan Green Island, memelihara situs (lokasi) keadilan dan mempromosikan pendidikan HAM. Menteri Cheng mengatakan, dari segi membuka arsip politik, kedepannya Museum HAM akan berdasarkan semangat transformasi hukum, membuka dari “yayasan ganti rugi” yang menyimpan data teror putih, sebanyak 10.067 artikel. Terkait situs keadilan, saat ini telah menyelesaikan pendataan dan investigasi 45 lokasi, dan kedepannya akan direncanakan pendidikan sejarah dan dihubungkan dengan pendidikan HAM.

Terhadap tuntutan para keluarga korban masa teror putih yang meminta “Situs Pendidikan Ren Ai” di kawasan Tucheng, New Taipei, juga di masukan dalam salah satu situs keadilan, Menteri Cheng mengatakan bahwa tempat tersebut sudah dimasukkan. Terkait situs keadilan apakah didirikan monumen disetiap tempat, masih akan di pertimbangkan.

Menteri Cheng Li-chiun mengatakan, “Terkait apakah kedepannya setiap situs keadilan akan didirikan monumen atau bagaimana dioperasikan bersama dengan Museum HAM, kami akan bahas dengan badan pengelola atau instansi terkait masing-masing. Saat ini masih harus dipantai bagaimana memelihara situs keadilan, butuh koordinasi lintas badan dan instansi.”

Perdana Menteri William Lai (賴清德) memerintahkan MOC agar direncakan dengan tepat untuk mendirikan Museum HAM, untuk dengan benar-benar melestarikan ingatan sejarah selama masa otoritarisme, serta mempromosikan praktik dan konsep HAM era tersebut, agar menjadikan Taiwan sebagai negara indikator HAM se-Asia.

Komentar

Terbarumore