(Taiwan, ROC) - Perdana Menteri Lai Ching-de pada hari Rabu tanggal 27 Desember 2017 menggelar pers rilis, menyampaikan 3 poros misi pemerintahan antara lain “lingkungan tinggal nyaman karir menyenangkan, Taiwan berkesinambungan dan pemerataan Taiwan”. Sekretaris Jenderal Yuan Eksekutif Chuo Rung-tai卓榮泰 dalam sidang melaporkan hasil pelaksanaan pemerintahan berjalan selama satu tahun ini; wakil Yuan Eksekutif Shih Jun-ji melaporkan hasil dan upaya kinerja dalam bidang perekonomian menekankan perekonomian Taiwan akan pulih secara bertahap,, pada kwartal ke-3 tahun ini pertumbuhan ekonomi mencapai 3,1%, memeahkan rekor tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, secara tahunan diprediksikan dapat mencapai 2,58%; dalam laporan PM Lai menyampaikan pemerataan Taiwan juga menjadi salah satu bagian misi dan prospek pemerintahan.
PM Lai mengemukakan, dilihat dari perencanaan dari pemda setempat, kabupaten non kotamadya mengalami kekurangan jumlah penduduk, kekurangan dana, ditambah lagi dengan adanya tugas pekerjaan yang sama namun tingkat jabatan yang berbeda di antara kotamadya dan non-kotamadya, hal ini membuat jumlah penduduk terus berkurang, maka dari itu Yuan Eksekutif mengharapkan di tahun depan dapat mengusulkan revisi aturan “Pembagian hasil pendapatan dan pengeluaran fiskal” untuk disampaikan dan dibahas dalam sidang Yuan Legislatif, selain itu masih akan dimulai dengan perencanaan kembali dan penataan wilayah administrative
PM Lai mengatakan, “Kota Tainan adalah kotamadya, untuk kepala divisi menduduki pangkat level 9, disampingnya kabupaten Chiayi, untuk wakil direktur juga dengan menduduki pangkat level 9, kepala divisi dengan jenjang pangkat level 8, atau bahkan 7 hingga 8, dengan demikian SDM akan terus mengalir, akan pindah ke kotamadya agar naik pangkat, maka permasalahan non-kotamadya merupakan masalah yang sangat serius.”
Ditilik dari populasi penduduk, PM Lai mengemukakan, sementara ini tingkat persentasi natalitas 1,17 orang dan awal tahun depan untuk jumlah kelompok manula berusia di atas 65 tahun akan melebihi dari jumlah kelompok anak-anak, diprakirakan hingga tahun 2056 jumlah penduduk nasional Taiwan secara keseluruhan menurun hingga di bawah 20 juta orang, akan memberikan dampak serius, maka dari itu Yuan Eksekutif wajib mengusulkan kebijakan agar pada tahun 2030 tingkat natalitas dapat ditingkatkan menjadi 1,4 orang, dengan target jumlah populasi tidak di bawah 20 juta orang.
PM Lai mengatakan, “Dikarenakan jumlah penduduk sangat kurang, jika pemerintah menambah lebih banyak taman kanak-kanak milih negara, ada kemungkinan taman kanak-kanak swasta merugi dan tutup, tidak dapat melanjutkan usaha bisnisnya, maka jika kami mengajak taman kanak-kanak swasta ikut dalam program amal yang dipromosikan pemerintah, ada kemungkinan taman kanak-kanak swasta menjadi bagian kekuatan dalam komunitas setempat dan terus berlanjut dengan kemampuan layanan mereka, kami juga mengharapkan dengan kebijakan perubahan swasta ke negeri dengan kesempatan ini maka dapat memberikan kenaikan gaji kepada guru pendidik taman kanak-kanak.
PM Lai mengatakan, standar pemberian santunan kepada taman kanak-kanak swasta dihitung secara proporsional dibandingkan dengan biaya operasional taman kanak-kanak swasta nirlaba, ditambah 5% dari perhitungan keuntungan. Lai telah melakukan pembahasan dengan Kemendik beranggapan program ini dapat dijalankan, namun berapa dana yang diperlukan, bermula dari kawasan manakah, berapa jumlah personal yang bisa memperoleh santunan ini, masih perlu diperhitungkan dan akan diumumkan setelah perayaan hari raya imlek.
Sehubungan dengan hal ini, berkaitan dengan kebijakan imigrasi, PM Lai mengatakan, sementara ini kebijakan imigrasi adalah gabungan antara pengelolaan lintas manusia dan kebijakan imigrasi, Ia beranggapan Taiwan perlu adanya satu kebijakan imgrasi yang prospektif, semestinya adanya aturan terpisah maka pada tahun depan Yuan Eksekutif akan menyampaikan usulan program yang lebih spesifik.