(Taiwan, ROC) – Upacara penutupan rapat diskusi bidang kelautan tahap ke dua antara Taiwan dan Jepang yang digelar di Grand Hotel Taipei pada hari Rabu tanggal 20 Desember, diakhiri dengan penandatangan MoU Kerjasama antar kedua belah pihak. MoU Kerjasama Bidang Pertolongan Musibah di Laut tersebut ditandatangani Kepala Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang, Chiou I-jen, sementara dari pihak Jepang diwakili oleh Kepala Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan, Ohashi Mitsuo.
Dalam kata sambutannya, Chiou I-jen menyampaikan seperti apa yang telah disebutkan oleh Ohashi Mitsuo sebelumnya bahwa kesepahaman antar kedua belah pihak tentu tidak dapat dicapai dengan hanya satu atau dua kali pertemuan saja, namun juga membutuhkan sikap toleransi dan rasional dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada. Chiou percaya bahwa semua target yang ditetapkan dapat terwujudkan satu persatu.
Chiou I-jen menjelaskan bahwa MoU Kerjasama yang ditandatangani oleh Badan Administrasi Patroli Laut atau CGA Taiwan dengan Badan Patroli Laut Jepang atau Kaijo Hoan Cho, tidak hanya fokus kepada pemberian pertolongan terhadap musibah yang terjadi di laut semata, namun juga bersama memberantas berbagai praktek kejahatan yang terjadi di laut, mengatasi permasalahan dalam bidang perikanan dan mendekatkan tali silahturahmi kedua belah pihak.
Chiou I-jen mengatakan, “Kerjasama yang terjalin antara Badan Administrasi Patroli Laut atau CGA Taiwan dengan Badan Patroli Laut Jepang atau Kaijo Hoan Cho, tidak saja hanya berupa pemberian pertolongan musibah di laut semata, namun juga bekerjasama memberantas praktek kejahatan dan menjalankan peraturan hukum yang ada. Sehubungan dengan kerjasama dalam hal riset teknologi bidang kelautan, juga mengalami kemajuan dan perkembangan. Sementara untuk permasalahan dalam bidang industri perikanan, sekalipun masih terdapat perbedaan di antara kedua belah pihak, namun diharapkan jedah perbedaan yang ada dapat diperpendek melalui interaksi komunikasi.”
Chiou I-jen menyebutkan jalinan kerjasama ini dapat tercapai karena telah terbentuk kepercayaan, persahabatan dan toleransi di masing-masing pihak. Chiou meyakini dalam pertemuan yang akan digelar ke tiga berikutnya, akan dapat mencapai lebih banyak lagi kesepahaman.
Dalam kata sambutannya, Ohashi Mitsuo mengambil contoh keberhasilan Koxinga, dan menyampaikan bahwa mata rantai hubungan kerjasama dalam bidang kelautan antara Jepang dan Taiwan telah terjalin cukup lama, dimana masyarakat di masing-masing pihak juga saling percaya, saling membantu dan saling gotong royong. Penandatanganan MoU kerjasama ini merupakan sebuah bentuk perwujudan jalinan hubungan yang erat di antara Jepang dan Taiwan, sehingga turut memberikan makna yang khusus dan penting bagi kedua belah pihak.
Ohashi Mitsuo menjelaskan bahwa sejak Chiou I-jen menjabat sebagai Kepala Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang selama kurun waktu satu tahun, telah terbentuk 5 buah kerjasama pertukaran antara Jepang dan Taiwan. Ohashi Mitsuo selain menyampaikan ucapan terima kasih atas peran serta yang diberikan oleh Chiou I-jen, ia yakin bahwa ke depannya akan lebih banyak lagi kerjasama dalam bidang kelautan dan perikanan.