History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perdana Menteri: Langkah Pencegahan Polusi Udara Akan Segera Dibahas

  • 18 December, 2017
  • Editor
Perdana Menteri: Langkah Pencegahan Polusi Udara Akan Segera Dibahas
Perdana Menteri: Langkah Pencegahan Polusi Udara Akan Segera Dibahas

(Taiwan/ROC) --- Asosiasi perlindungan lingkungan masyarakat untuk Taiwan sentral dan selatan pada Minggu (17/12) melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan. Aksi demo ini menuntut menghentikan penggunaan bahan bakar batubara. Perdana Menteri Wiliiam Lai pada Senin (18/12) diketahui menghadiri rapat yayasan pendidikan Kementerian Ekonomi (MOE). Dalam pidatonya William Lai mengemukakan bahwa akan segera membahas isu terkait polusi udara dalam rapat Yuan Eksekutif minggu ini. Melalui pembahasan ini, diharapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersama-sama menyelesaikan polemik ini.

 

William Lai mengatakan, “Dikarenakan kemarin terjadi demostrasi menyangkut polusi udara. Kedepannya Lee Ying-yuan (李應元) akan segera menghadap Yuan Eksekutif untuk melaporkan perkembangan terkait. Kami berharap, Biro Perlindungan Lingkungan dapat memberikan langkah pencegahan yang nyata dalam rapat Yuan Eksekutif minggu ini. Saya juga berharap bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat luas dapat bekerja sama menyelesaikan permasalahan polusi udara ini”.

 

Juru bicara Yuan Eksekutif Hsu Kuo-yung (徐國勇) mengemukakan bahwa pada minggu (17/12) Asosiasi Perlindungan Lingkungan Masyarakat melakukan aksi demo turun ke jalan di Taichung dan Kaohsiung. Pemerintah sangat menghargai harapan masyarakat akan peningkatan kualitas udara yang semakin baik. Pemerintah akan segera mempercepat proses perbaikan udara. Yuan Eksekutif pada 14 Desember 2017 telah meloloskan amadenen rancangan undang-undang terkait perbaikan kualitas udara. Amandemen tersebut diharapkan dapat membentuk sistem manajemen kualitas udara yang lebih mumpuni. Melalui amandemen ini, diharapkan pencemaran udara dapat terselesaikan dan kesehatan masyarakat dapat lebih terjamin.

 

Hsu Kuo-yung menjelaskan akan kompleksnya faktor penyebab polusi udara ini, sehingga langkah pencegahannya harus dapat melibatkan banyak bidang, meliputi pertimbangan besarnya modal yang harus dikeluarkan, langkah prosedur prioritas dan efisiensi tujuan yang akan dicapai. Yuan Eksekutif telah menginventarisasi 30 faktor penyebab pencemaran udara, terutama atas BUMN industri baja, listrik dan petrokimia. Berdasarkan data emisi nasional mengungkap bahwa jumlah pembuangan limbah yang dilakukan oleh BUMN merupakan salah satu yang terbesar. Untuk itu perlu dilakukan perhitungan jumlah efisiensi dengan tingkat prioritas. Selain itu, Yuan Eksekutif telah mengintegrasikan berbagai sumber daya dari setiap Kementerian, kini tengah mendorong ide bertajuk “Inisiatif Udara Bersih (14+N). Yuan Eksekutif akan berdasarkan hasil dari inventarisasi dalam menerapkan langkah-langkah penyelesaian, meliputi perbaikan dan pembaharuan sarana prasarana negara, dengan demikian akan mampu mempercepat proses penyembuhan ini.

 

Hsu Kuo-yung menambahkan guna untuk meminimalkan pembuangan gas yang berbahaya, pemerintah akan memperketat kontrol pengawasan terhadap industri dan pelepasan gas pada kendaraan bermotor.  Selain itu pemerintah akan mengurangi efek kimia senyawa benzene, toluena dan logam dalam sirkulasi perputaran udara. Ia melanjutkan bahwa pada 29 September 2017 telah diumumkan terkait RUU yang mengatur standar sumber pembuangan gas berbahaya.

Komentar

Terbarumore