(Taiwan/ROC) --- Yuan Legislatif pada Jumat (15/12) telah meloloskan pembacaan kedua terkait amandemen regulasi reformasi Asosiasi Saluran Irigasi Pertanian. Terkait hal ini, Hsu Kuo-yung (徐國勇) mengemukakan bahwa dengan adanya amandemen ini, maka jaminan hak dari para karyawan akan semakin baik. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan mencampuri perihal harta dari internal Asosiasi Saluran Irigasi Pertanian. Melalui amandemen ini, pemerintah akan dapat meningkatkan keuntungan bagi kemajuan negara.
Dalam Sidang Yuan Legislatif terkait mengesahkan amandemen regulasi reformasi Asosiasi Saluran Irigasi Pertanian, dimana akan menggantikan proses regulasi kepemimpinan ketua, yang awalnya dipilih melalui pungutan suara menjadi ketua yang langsung ditunjuk oleh pemerintah. Terkait hal ini, menimbulkan perlawanan yang keras dari Partai Kuo Min-tang (KMT), selain itu terdapat beberapa petani yang khawatir akan harta dari internal asosiasi akan disita oleh negara, yang mana akan menimbulkan kerugian signifikan.
Juru bicara Yuan Eksekutif Hsu Kuo-yung saat menerima wawancara menjawab bahwa setelah amandemen ini diberlakukan, maka seluruh karyawan dari Asosiasi Saluran Irigasi Pertanian akan berubah status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hak mereka akan semakin terjamin, selain itu harta internal dari asosiasi ini tidak akan disita negara. Pemerintah akan membentuk yayasan untuk mengolah harta tersebut, sehingga dana ini akan digunakan untuk kepentingan karyawan.
Hsu Kuo-yung mengemukakan bahwa saat ini luas area yang termasuk dalam pelayanan Asosiasi Saluran Irigasi Pertanian seluas 310.000 hektar. Namun masih ada 370.000 hektar lahan pertanian yang tidak terjamah oleh mereka. Melalui amandemen ini, Pemerintah akan meningkatkan efisiensi dari penggunaan Sumber Daya Air, dimana dapat meningkatkan kemajuan negara. Ia mengatakan, “Ini harus dipertegas, bahwa Sumber Daya Air merupakan aset bagi seluruh warga negara, yang artinya bahwa seluruh petani kita sangat bergantung pada sumber ini. Terhadap hal ini, pemerintah sudah seharusnya mengoptimalkan penerapannya”.
Menanggapi berita adanya kepentingan politik dalam amandemen ini, Hsu Kuo-yung membantah dengan tegas. Ia juga mengemukakan bahwa semasa pemerintahan partai KMT, amandemen serupa juga pernah dilakukan, walau akhirnya tidak berhasil diterapkan. Ia menekankan bahwa dalam setiap amandemen pasti terdapat pihak yang tidak setuju. Jika dilihat secara seksama, amandemen kali ini perlu diterapkan guna untuk memberikan kemajuan bagi kepentingan rakyat banyak, dan jangan dipandang sebagai kepentingan politik semata.