(Taiwan/ROC) --- Anggota Partai Progresif Demokrat (DPP) Mary Chen (陳曼麗), Wu Kuen-yuh (吳焜裕), Su Chih-fen (蘇治芬) pada Jumat (15/12) menggelar rapat dengar pendapat perihal emisi batubara dan karbon. Lin Tze-luen (林子倫) yang merupakan Wakil Yuan Eksekutif untuk Badan Pengawas Energi Dan Karbon mengemukakan bahwa pemerintah telah memiliki prosedur yang jelas terkait pengurangan energi karbon. Berdasarkan transformasi penggunaan energi saat ini, bahwa penggunaan batubara pada tahun 2020 akan mengalami penurunan dari 46% menjadi 43%.
Dikarenakan Taiwan semenjak dahulu telah bergantung pada kekuatan termal sebagai metode pembangkit listrik yang diantaranya menggunakan batubara sebagai bahan bakar, yang mengakibatkan polemik akan pencemaran udara yang terjadi saat ini.
Zhan Chang-quan (詹長權) yang merupakan Ketua Divisi Kesehatan Masyarakat Universitas Nasional Taiwan (COPH) mengemukakan bahwa sebagian besar penyebab polusi udara yang terjadi di Taiwan tengah dan selatan berasal dari pembangkit listrik tenaga batubara. Sehingga penghentian paksa akan penggunaan batu bara dirasa akan sangat efektif. Oleh karena itu, transformasi penggunaan bahan bakar hijau di Taiwan akan menjadi isu penting mendatang. Zhan Chang-quan mengatakan, “Dengan adanya transformasi yang ditetapkan oleh pemerintah, akan dapat membantu Perusahaan Listrik dan Minyak Nasional untuk beralih menggunakan bahan bakar hijau dibandingkan menggunakan batu bara”.
Lin Tze-luen mengemukakan bahwa peniadaan bahan bakar karbon menjadi tren global saat ini. Pemerintah saat ini telah memperhitungkan perbandingan rasio energi, dan penerapan transformasi energi akan terus diberlakukan. Pada semester pertama tahun depan, pemerintah akan menyediakan prosedur yang lebih jelas. Ia juga menekankan, berdasarkan data dari transformasi yang ada mengungkap bahwa penggunaan bahan bakar batu bara akan mengalami penurunan yang signifikan pada 3 tahun mendatang. Lin Tze-luen mengatakan, “ Kami memperkirakan bahwa pada tahun 2020 mendatang, penggunaan batu bara akan menurun dari 46 hingga 43. Walaupun saya tahu, bahwa ada beberapa pihak yang beranggapan angka ini seharusnya mengalami kenaikan, tetapi berdasarkan pengamatan saya, angka ini akan menurun. Saya juga merasa bahwa transformasi ini tidak dapat berjalan secara instan, karena mempertimbangkan pembangunan sarana infrastruktur yang belum sempurna”.
Wakil Biro Energi Lee Chun-li (李君禮) mengemukakan bahwa Biro Energi telah memiliki perencanaan yang jelas terkait isu-isu, meliputi penghapusan unit pembangkit listrik tenaga batu bara dan waktu pembangunan unit pembangkit listrik tenaga gas alam serta penerapan sistem operasi energi hijau. Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2025, akan mampu meminimalkan penggunaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik hingga 30%. Selain itu, juga akan meningkatkan daya penyimpanan listrik cadangan.