(Taiwan/ROC) --- Sebelumnya masyarakat Taiwan diketahui lebih memilih negara Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Kanada sebagai tempat tujuan untuk menjalani kursus singkat Bahasa Inggris. Tetapi untuk saat ini, permintaan pasar menunjukkan perubahan bahwa lebih dari 1 juta warga Taiwan pada tahun ini memilih Filipina sebagai negara tujuan. Jika dibandingkan dengan negara-negara sebelumnya, angka ini memperlihatkan kenaikan yang drastis akan pilihan Filipina sebagai negara tujuan kursus Bahasa Inggris.
Wang Xing-wei (王星威) yang merupakan ketua dari Asosiasi Pengembangan Karir Global (GCDA) mengungkapkan bahwa sistim pembelajaran Bahasa Inggris di Filipina rata-rata dirancang untuk para pelajar dari Korea Selatan, serta dipadukan dengan konsep pengajaran yang maksimal, yakni 60 jam per minggunya. Filipina memakai sistim kursus privat (1 guru 1 murid) dalam melakukan proses belajar mengajar. Banyak siswa yang mengakui bahwa sistim yang diterapkan sangat membantu mereka dalam mengikuti uji tes kemampuan, hingga mencapai rata-rata skor 200.
Saat ini, warga negara Korea Selatan dan Jepang masih menjadi warga terbanyak yang memilih Filipina sebagai negara tujuan, yakni Korea Selatan sebanyak 100.000 pelajar setiap tahunnya dan Jepang 70.000 hingga 80.000 pelajar. Jumlah pelajar Taiwan juga mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kebanyakan dari mereka menggunakan kesempatan liburan musim dingin dan musim panas untuk kursus Bahasa Inggris di Filipina. Peminat kursus ini datang dari kaum pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan kaum pekerja yang akan berganti profesi. Jumlah masyarakat Taiwan yang telah berangkat ke Filipina menembus angka 10.000 pelajar. Wang Xing-wei mengatakan, “Semenjak tahun 2010 hingga 2011, masyarakat Taiwan mulai melirik Filipina sebagai negara tujuan untuk kursus Bahasa Inggris. Diketahui pada tahun 2012 terdapat hampir 500 warga Taiwan telah berangkat ke sana, angka ini mengalami kenaikan drastis hingga 10.000 pada tahun 2017. Menurut saya pribadi, jumlah ini tidak kalah dengan peminat negara Inggris dan Amerika Serikat”.
Wang Xing-wei menambahkan bahwa memilih Filipina sebagai negara tujuan, bukan berarti tidak memiliki kekurangan. Banyak siswa yang mengeluh akan cuaca Filipina yang terik, dan lingkungan yang tidak sebersih Taiwan. Namun, Wang Xing-wei percaya bahwa bangkitnya tren Asia Tenggara saat ini, dapat meminimalkan stigma masyarakat Taiwan terhadap Filipina. Ia juga menerangkan bahwa biaya akomodasi di Filipina termasuk murah, dengan biaya kurang lebih NT$ 110.000 setiap siswa bisa memperoleh manfaat dari lingkungan sekolah hingga sistim belajar mengajar yang efisien.