(Taiwan, ROC) – Wakil Presiden Chen Chien-jen pada hari Rabu tanggal 13 Desember menyampaikan bahwa pemerintah mendukung penuh sikap yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam menggalang strategi mitra kerjasama kawasan otonom lintas samudra Hindia Pasifik dan juga usulan dari Jepang, yakni Perjanjian Komprehensif dan Progresif Kemitraan Trans Pasifik atau CPTPP. Untuk itu Taiwan berharap dapat menjalin kerjasama dengan pihak Amerika dan Jepang.
Wakil Presiden Chen Chien-jen yang menghadiri upacara pembukaan seminar bertajuk “Diskusi Pertahanan Keamanan Taiwan Amerika dan Jepang ke 7”, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah optimis dengan pernyataan yang diberikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam bidang menggalang strategi mitra kerjasama kawasan otonom lintas samudra Hindia Pasifik, yang disampaikannya pada saat kegiatan pertemuan tingkat tinggi APEC di Vietnam belum lama ini. Waktu penyampaian hal tersebut juga cukup berdekatan dengan pernyataan yang diberikan oleh pihak Jepang berkenaan dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif Kemitraan Trans Pasifik atau CPTPP.
Chen Chien-jen menyebutkan bahwa Taiwan sangat optimis dan memberikan dukungan sepenuhnya berkenaan dengan usulan yang disampaikan, dan sekaligus menyatakan kesediaan untuk dapat menjadi salah satu anggota bagian dari kemitraan tersebut.
Wakil Presiden menjelaskan bahwa selama kurun waktu 18 bulan, pemerintah terus mendorong berbagai program dan kebijakan terkait kemitraan dengan negara-negara yang ada, sekaligus keinginan untuk melakukan kerjasama dalam hal perdagangan bebas. Adapun program yang tengah diusung meliputi Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru, yang bertujuan untuk menemukan posisi baru Taiwan dalam peran serta menggerakkan roda perekonomian lintas kawasan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Chen Chien-jen menegaskan bahwa Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru yang tengah diusung tersebut juga meliputi bagian toleransi, mempertimbangkan perkembangan pembangunan perekonomian dan hubungan kerjasama dengan negara-negara sasaran di kawasan Asia Tenggara secara berkesinambungan, khususnya dalam hal bea cukai dan perpajakan perdagangan bebas. Dengan adanya pengusungan kebijakan tersebut, maka diharapkan mampu mendapatkan kembali peran baru yang penting bagi Taiwan, mempromosikan keunggulan Taiwan dalam berbagai aspek pembangunan, menggalang kerjasama, khususnya dalam bidang teknologi, industri manufaktur dan memberikan bantuan bidang riset dengan pihak Jepang, sehingga mampu tercipta sebuah mata rantai perindustrian yang memadai dan kondusif untuk kemitraan usaha.
Chen Chien-jen menjelaskan bahwa seiring dengan era digitalisasi yang terjadi dewasa ini, Taiwan sendiri tengah mengusung 5 industri inovatif baru, termasuk teknologi ramah lingkungan, guna memastikan kemampuan negara dalam menjaga pertahanan dan keamanan nasional serta peran fungsi pengoperasian industri yang berkelanjutan. Berkenaan dengan masalah bidang perekonomian, Taiwan tentu akan terus berupaya menggalakkan hubungan kerjasama dengan negara-negara sasaran kebijakan tersebut.