(Taiwan, ROC) Yuan Legislatif pada hari Selasa ini tanggal 12 Desember 2017 dalam sidang pembacaan ke-3 meloloskan “draf amandemen beberapa ketentuan referendum”, ada beberapa usulan perubahan, usulan yang dibahas dan usulan diloloskan sebagai 3 tahapan. Di masa mendatang standar pengajuan referendum, dimulai dari pengajuan boikot pilpres dengan jumlah suara 5 per seribu hingga seper sepuluh ribu, berkisar lebih dari 1800 orang; suara pendukung referendum untuk boikot pilpres dengan jumlah suara 5% direvisi menjadi 1,5% berkisar 280 ribu orang. Standar untuk referendum diloloskan mengadopsi suara terbanyak, jika suara setuju lebih banyak daripada suara tidak setuju, suara setuju mencatat di atas 1/4 jumlah suara maka akan diloloskan.
Dikarenakan undang-undang referendum terdapat jumlah suara yang diberikan wajib melebihi dari 50% dan lebih dari separuh ada pemilih yang memberikan suara setuju, sering dikritik sebagai pemungutan suara sembrono, maka Yuan Legislatif pada tanggal 12 Desember dalam sidang pembacaan ke-3 revisi aturan referendum lebih diperlonggar menjadi 3 standar tahapan antara lain usulan referendum, pengumpulan suara untuk referendum dan diloloskannya referendum.
Ketua Pengurus Partai DPP, Liu Chao-hao(劉櫂豪) mengatakan, usulan dari partai kami disesuaikan dengan aturan boikot pilpres, kandidat tanpa partai jika ingin ikut dalam pemilihan ini, asalkan memperoleh 1,5% suara publik, kandidat yang memenuhi persyaratan, maka dalam ukuran lolos tidaknya referendum menggunakan standar batasn 1,5% pengumpulan suara pendukung, di satu sisi masyarakat menggunakan hak suara mereka, sisi lainnya masih ada batasan, kira-kira 280 ribu orang, dan kami yakin ini sangat cukup untuk mewakili.”
Anggota kaukus DPP, Lee Chun-yi(李俊俋) mengatakan, ini semestinya bukan hukum referendum melainkan diatur dalam hukum, dikembalikan pada undang-undang yang menentukan. Apakah undang-undang mengatur hal ini? Ketentuan undang-undang tertuang dengan jelas, merevisi undang-undang untuk mengembalikan aturan semula dalam ketentuan referendum.”