Taiwan (ROC) - Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou tanggal 18 menemui rombongan misi ke 20 kembalinya kader penting World Taiwanese Chambers of Commerce (WTCC). Dalam kata sambutannya Pres Ma menyampaikan, sampai saat ini perjanjian perdagangan antar selat Taiwan belum diloloskan, sebenarnya ini sebuah kerugian besar bagi Taiwan, karena ekspor industri jasa Taiwan berjalan lamban, perkembangan juga melamban, tetapi jika ada kesempatan membuka diri di Daratan Tiongkok, setelah memperluas cakupan baru kemudian menguasai dunia, hasilnya pasti sangat berbeda.
Terhadap keagresifan pemerintah untuk dapat berpartisipasi dalam Kemitraan Trans Pacifik (TPP) dan Kemitraan Konfrehensif Ekonomi Regional (RCEP), kepala negara berharap Daratan Tiongkok tidak menentang, karena bagi Taiwan ini merupakan persyaratan hidup atau mati. Presiden mengatakan : dari 12 negara, ada 7 negara yang menjadi mitra dagang dengan Daratan Tiongkok, ada 6 negara yang menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Daratan Tiongkok, untuk itu jika Daratan Tiongkok menentang atau memboikot, kami pasti sulit untuk berpartisipasi, maka selain berupaya untuk bisa mendapatkan bantuan dari negara anggota seperti AS dan lainnya, kami juga berharap Daratan Tiongkok tidak menentang, dengan demikian kami baru memiliki kesempatan menjadi anggota organisasi ekonomi regional.
Pres juga mengungkit beberapa waktu lalu ketua urusan Taiwan, Daratan Tiongkok, Zhang Tze-jun berkunjung ke Taiwan, kedua belah pihak telah memasuki tukar pandang perjanjian kerjasama ekonomi, Presiden menyampaikan, pada dasarnya pihak Daratan Tiongkok dengan bernaung pada ECFA bersedia membahas masalah ini.
Pemimpin negara menegaskan, setelah diberlakukan perjanjian perdagangan Taiwan dan Selandia Baru (ANZTEC), impor daging sapi Selandia Baru ke Taiwna meningkat, sebaliknya ini berpengaruh pada impor daging sapi AS yang tadinya menguasai pasaran Taiwan, ini telah ia jelaskan saat transit ke Amerika.
Selanjutnya dijelaskan juga, perjanjian perdagangan bebas akan berbuah “kreativitas perdagangan”, pada kenyataannya merubah permintaan daging sapi impor dari Selandia Baru dan AS di pasaran Taiwan, hal inilah yang membuat Daratan Tiongkok dan Korea menandatangani perjanjian perdagangan bebas yang kabarnya akan diberlakukan akhir tahun ini, pres Ma sangat cemas, karena bergitu FTA Daratan Tiongkok – Korea ditandatangani, maka akan berpengaruh besar pada produk Taiwan yang dipasarkan di Daratan Tiongkok.