(Taiwan, ROC) Kondisi penyaluran dana pembangunan kapal penyapu ranjau Angkatan Laut (AL) kembali menjadi fokus perhatian dalam persidangan Yuan Legislatif hari Senin dengan hadirnya Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Lee Chung-hsiao (李宗孝) untuk menjawab interpelasi legislator.
Merespon pertanyaan legislator Lo Chih-cheng (羅致政), Lee menerangkan, setelah perusahaan yang dikomisi membangun kapal yaitu Perusahaan Perkapalan Ching Fu (慶富造船) dilaporkan menggunakan uang pinjaman untuk diinvestasi secara ilegal di Daratan Tiongkok, kelompok bank publik selaku pihak pemberi kredit telah memutuskan tidak memperpanjang masa kontrak, sementara AL telah memberi ultimatum 10 hari bagi Ching Fu untuk menyalurkan dana kedua sebelum 8 Desember.
Andaikata penyaluran dana tidak dilakukan sebelum hari itu, tutur Lee, AL akan segera mengumumkan pembatalan semua kontrak dengan Ching Fu.
Lee Chung-hsiao mengatakan, “Kalau tidak menerima penyaluran dana pada 8 Desember, kami akan menginisiasi prosedur pembatalan kontrak pada dini hari 9 Desember. Tender ulang untuk proyek tersebut kemudian akan dilaksanakan dengan mengevaluasi kembali perubahan kondisi, lingkungan serta teknologi saat ini.”
Ketua Biro Pengawas Keuangan di bawah Kementrian Pertahanan Nasional Chen Kuo-sheng (陳國勝) menyetujui keputusan tersebut. Chen menegaskan, uang yang dibekukan akan bisa dipakai untuk pembelian ulang atau tender ulang untuk proyek tersebut.