History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM: Tidak menyesal mengusung pengajuan revisi perbaikan Undang-undang Ketenagakerjaan

  • 04 December, 2017
  • Editor
PM: Tidak menyesal mengusung pengajuan revisi perbaikan Undang-undang Ketenagakerjaan
PM Lai Ching-te (賴清德) menerima wawancara media

(Taiwan, ROC) Perdana Menteri Lai Ching-te (賴清德) menegaskan dia tidak menyesal telah mengusung pengajuan revisi terhadap rancangan perbaikan Undang-undang Ketenagakerjaan, khususnya revisi terhadap kebijakan “satu hari libur, satu hari istirahat” yang tidak berhasil lolos dalam tahap peratifikasian pertama di Yuan Legislatif seperti yang dijadwalkan.

Perihal gagal dilewatinya pembacaan pertama tersebut, Lai mengaku bahwa dirinya tidak menduga jika partai berkuasa Partai Progresif Demokratik (DPP) ternyata tidak berhasil memenangkan hasil pengambilan suara anggota Yuan Legislatif, sehingga menjadi penyebab melambannya proses perbaikan UU terkait.

Lai menerangkan, Yuan Eksekutif telah mengajukan kembali RUU bersangkutan dan sebenarnya, Yuan Legislatif akan kembali menggelar rapat diskusi lintas komisi, antara lain Komisi Kesejahteraan Masyarakat, Kesehatan dan Pelestarian lingkungan, serta Komisi Perekonomian, pada hari Senin.

Saat diwawancara oleh media, Lai mengutarakan, meski pengajuan revisi RUU tersebut menghadapi berbagai kendala, dia tidak akan menjadi emosional dan juga tidak menyesal telah melakukannya karena ini adalah hal yang harus dengan jujur dihadapi dan ditangani olehnya selaku pemimpin kabinet.

Perdana Menteri Lai mengatakan, “Sebagai Perdana Menteri, saya bertanggung jawab dan akan dengan jujur menghadapi semua masalah yang muncul dalam sosial berkenaan dengan kebijakan ‘satu hari libur, satu hari istirahat.’ Saya tegaskan sekali lagi, semua ini adalah hal yang memang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin pemerintah.”

Lai juga menjelaskan, pengajuan revisi terhadap Rancangan Perbaikan UU Ketenagakerjaan juga telah dibahas dan disetujui oleh Presiden Tsai Ing-wen, yang mana mengutamakan perlindungan terhadap hak-hak para pekerja, serta memberikan ruang gerak yang lebih fleksibel bagi pekerja dan majikan.

Untuk itu, Lai menyebutkan, selaku lembaga pelaksana, Yuan Eksekutif tidak menemukan masalah keterlambatan pelaksanaan perbaikan UU Ketenagakerjaan, dan berharap DPP selaku partai berkuasa bisa berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan negosiasi dengan anggota Yuan Legislatif dari partai lain.

Sebelumnya sempat diisukan jika suara yang menentang Pengajuan Revisi adalah berasal dari legislator partai berkuasa. Untuk isu tersebut, Lai mengatakan adalah hal normal, karena setiap legislator mewakili wilayah pemilihan berbeda, suara dari kalangan masyarakat yang berbeda, maka tentu memiliki latar belakang dan faktor lain yang berbeda.

Komentar

Terbarumore