(Taiwan, ROC) – Pada hari Jumat tanggal 1 Desember, Kementrian Kebudayaan menggelar kegiatan pameran hasil lokakarya interaksi pertukaran kebudayaan generasi muda dengan Asia Tenggara. Dalam kegiatan tersebut tidak saja hanya menyajikan pertunjukan musik, drama, pemutaran film dokumenter dan cerita dongeng, namun juga sekaligus menjadi sebuah kegiatan interaksi pertukaran kebudayaan Taiwan dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara.
TIFA, salah satu organisasi NGO yang bergerak dalam bidang multikultural, yang telah dibentuk selama 7 tahun, bermula dari beberapa kelompok tari yang beranggotakan imigran baru. TIFA juga sempat menggelar kegiatan pertunjukkan kebudayaan asal luar negeri, khususnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara, misalnya kelompok tari Simpor yang berasal dari Singkawang, Indonesia.
Salah satu anggota TIFA yang juga berasal dari Indonesia, Huang Li-sha mengatakan, “Kami berharap di saat kami tengah naik di atas panggung dan mulai menari, maka kami dapat memperkenalkan jenis tarian yang tengah kami persembahkan, apa makna yang terkandung di balik tarian yang tengah kami lakukan, kami berharap penonton yang menyaksikan bukan hanya sekedar melihat tarian yang kami sajikan, melakinkan nilai kebudayaan yang tersimpan di dalamnya.”
Dengan adanya pertukaran kebudayaan serupa, maka tentu diharapkan mampu menjembatani tali silahtrurahmi antara Taiwan dengan negara-negara sasaran dari program kebijakan menuju Asia Selatan baru.