(Taiwan, ROC) - Institut Penelitian Ekonomi Chunghua (CIER) pada hari Jumat tanggal 1 Desember mengumumkan Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Taiwan untuk November yang memperlihatkan penurunan sebesar 0,5% menjadi 57,2% tetapi masih tetap menunjukkan perkembangan dan mengores rekor terpanjang baru; Untuk Indeks Manajer Pembelian non-Manufaktur (NMI) meningkat 0,4% menjadi 53,4% yang juga meneruskan perkembangan selama 9 bulan berturut-turut, hal ini memperlihatkan pemulihan iklim ekonomi sudah mencapai tahap tertentu. CIER menganalisa, pertumbuhan ekonomi tahun ini dipengaruhi dengan ekspor meningkat pesat namun tahun depan akan menghadapi unsur dibandingkan dengan tingkat periode tinggi sehingga pertumbuhan ekspor lebih terbatas, untuk itu kunci mempertahankan tingkat pertumbuhan adalah kebutuhan dalam negeri.
CIER tanggal 1 Desember mengumumkan PMI dan NMI yang mana keduanya memperlihatkan pertumbuhan, diantaranya PMI mengores sejarah indeks pertumbuhan terpanjang sejak Juli 2012, perkembangan berturut-turut selama 21 bulan namun indeks menunjukkan penurunan tipis 0,5% menjadi 57,2% sementara NMI meningkat 0,4% menjadi 53,4% merupakan kenaikan berturut-turut selama 9 bulan.
CIER menganalisa, meskipun indeks PMI menurun namun penampilan manufaktur tetap seperti dulu yaitu meninngkat, dua indeks terus meningkat yang mana ini juga memperlihatkan pemulihan iklim ekonomi sama seperti sebelumnya bahkan pandangan untuk setengah tahun kedepan dari manufaktur dan non-manufaktur masih dapat dibilang optimis.
Mengenai Badan Pengembangan Nasional yang menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 2,4% - 2,6%, kepala CIER, Wu Zhong-shu menyampaikan kalau unsur tidak pasti sangat banyak seperti apakah proyek infrastruktur
Taiwan bisa meningkatkan investasi masyarakat, apakah pengusaha menaikkan gaji karyawaran dan lain sebagainya, bisa atau tidaknya mencapai target yang ditetapkan, kuncinya adalah bergantung pada kebutuhan domestik.
Wu Zhong-shu mengatakan, “Kunci untuk tahun depan adalah menghangatnya kebutuhan dalam negeri, karena setelah tahun ini ekonomi global menghangat, ekspor kami meningkat, tetapi tahun depan dengan periode tinggi ini maka ekspor dapat dipertahankan tetapi tingkat pertumbuhan mungkin tidak seperti tahun ini. namun permintaan dalam negeri sudah dapat mendeskripsikan, karena tidak peduli dilihat dari jumlah wisatawan yang datang atau kenaikan gaji atau infrakstruktur, kebutuhan domestik pasti dapat memberikan sumbangsih.”
Selain itu, bank sentral Korea pada hari kamis ini mengumumkan kenaikan bunga 1 poin sehingga tingkat bunga dasar menjadi 1,5%, Wu Zhong-hsu menganggap pemulihan iklim ekonomi Taiwan tidak terlalu besar, harga barang termasuk stabil, ditambah dengan adanya politik Korea Utara dan Selatan, tingkat bunga rendah dan unsur tidak pasti lainnya, untuk menjaga kestabilan nilai mata uang, lingkungan finansial yang stabil, wu beranggapan bank sentral mungkin harus turut menaikkan sedikit, tetapi kenaikan bunga bank seharusnya juga terbatas.