History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Warga Berusia Genap 23 Tahun Bisa Jadi Hakim Sipil

  • 30 November, 2017
  • Editor
Warga Berusia Genap 23 Tahun Bisa Jadi Hakim Sipil
Warga Berusia Genap 23 Tahun Bisa Jadi Hakim Sipil

(Taiwan, ROC) – Yuan Judisial pada 30 November mengumumkan Revisi Undang-Undang “Keikutsertaan sipil dalam sidang peradilan”, kedepannya akan ada 3 hakim dan 6 hakim sipil yang akan bersama memutuskan kasus dengan hukuman 7 tahun ke atas. Mereka yang berusia minimal 23 tahun, berpendidikan diatas SMA dan berkewarganegaraan Republik Tiongkok yang telah tinggal di wilayah Yurisdiksi Pengadilan Negeri selama lebih dari 4 bulan, memiliki kualifikasi sebagai jaksa penuntut. Namun mereka bukanlah pihak yang pernah memenangkan suara masyarakat, pernah atau pegawai negeri sipil (pns) yang sedang cuti atau masa pemberhentian, politikus, perwakilan suara masyarakat, pernah atau sedang bertugas sebagai orang yang berkaitan dengan hukum, Polisi atau Pemadam Kebakaran, staf yang bekerja dalam partai politik dan orang yang berkaitan dengan kasus yang sedang berlangsung.
Warga berusia diatas 70 tahun, guru di sekolah, pelajar, pihak yang sakit atau dikarenakan harus merawat keluarga sehingga tidak bisa menjalankan tugas, mengalami bencana besar dan yang pernah bertugas namun belum penuh 1 tahun, dapat menolak jika terpilih.

Hakim sipil terlebih dahulu akan didaftarkan namanya oleh pemerintah setempat, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh tim khusus dari pengadilan daerah. Daftar nama yang telah disaring ini akan disesuaikan oleh Pengadilan Negeri dengan kecocokan pada keseluruhan kasus dan menarik jumlah orang yang dibutuhkan. Selama masa pemilihan, termasuk Hakim maupun Jaksa dapat melangsungkan seleksi lagi.

Hakim Ketua Yuan Judisial Su Su-e mengatakan, “Di masa pemilihan ini, termasuk Yuan Judisial, Hakim, Jaksa dan pembela, dapat mengajukan masalah untuk melakukan penyaringan. Hal ini dibagi atas 2, pertama mereka dapat mengajukan menolak alasan, satu lagi adalah menolak tanpa alasan. Melalui proses pemilihan ini, nilai kita menjadi banyak dan tanpa hakim sipil dapat lahir.”

Berdasarkan revisi Yuan Judisial, kedepannya akan ada 3 hakim dan tim hakim sipil yang terdiri dari 6 orang hakim sipil, dan bersama-sama mengambil keputusan. Jenis kasus yang menggunakan sistem ini adalah dengan hukuman minimal 7 tahun dan kasus yang secara sengaja menyebabkan kematian, kecuali kasus dibawah umur dan narkoba. Keputusan bersalah harus melalui 2/3 persetujuan hakim dan jaksa penuntut, keputusan hukum harus melalui lebih dari setengah pendapat hakim dan hakim sipil.

Sekjen Yuan Judisial, Lu Tai-lang (呂太郎) mengatakan, “Jika terbukti 2/3nya bersalah, dia sudah pasti termasuk hakim sipil. Konsep utama dari sistem kita adalah menggabungkan keprofesionalan hukum hakim tersumpah dengan hakim sipil yang mempunyai pengalaman nilai sosial masyarakat. Jadi keputusan bersalah harus berdasarkan keputusan gabungan antar kedua pihak ini baru dinyatakan sah. Di bagian hakim, harus memastikan 1 alasan yang penting, yaitu berharap gabungan antar 2 pihak dapat berpendapat si pelaku adalah bersalah.

Usai pengumuman revisi oleh Yuan Judisial, akan dilakukan pertemuan dengan pendapat nasional di daerah utara, tengah dan selatan Taiwan, dan dilakukan penjelasan disetiap pengadilan negeri baru diputuskan apakah harus direvisi. Diperkirakan Yuan Judisial akan mengajukan revisi ini pada akhir tahun, akan diusung ke Kementerian Hukum dan berharap pada Febuari tahun depan mengajukan persetujuan Yuan Legislatif.

Komentar

Terbarumore