(Taiwan, ROC) Badan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (TAITRA) hari Rabu (29/11) mengelar seminar kebijakan dan kerja sama produk kendaraan listrik Taiwan dan India, Ketua Asosiasi Industri Kendaraan Listrik India, Sohinder Gill mengemukakan, pada tahun 2030 India akan beralih menggunakan kendaraan listrik untuk itu akan memiliki peluang pasar yang sangat besar, apabila dibandingkan dengan Daratan Tiongkok, Taiwan seharusnya merancang harga agar dapat memasuki pasar India. Ketua TAITRA, Huang Tze-fang (黃志芳) menyampaikan, kami memiliki keunggulan seperti komponen motor, sistem pengendalian baterai, stasiun pengisian baterai dan lainnya.
Guna membantu pengusaha Taiwan untuk dapat meraih peluang bisnis kendaraan listrik di India, TAITRA tanggal 29 November mengelar seminar dan transaksi, mengundang ketua Asosiasi Manufaktur Kendaraan Listrik, Sohinder Gill dengan membawa 5 pengusaha industri kendaraan listrik untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan situasi dan peluang pasar di India.
Sohinder Gill mengemukakan, guna mengatasi polusi udara, pemerintah India mengumumkan tahun 2030 mendatang akan menggunakan kendaraan listrik termasuk kendaraan roda dua, tiga dan empat serta infrastuktur dasar dan lainnya, semua ini merupakan peluang yang sangat besar, seperti pemerintah setempat akan membeli 10 ribu buah kendaraan listrik Taiwan. Ia juga mengemukakan, jika dibandingkan dengan Daratan Tiongkok, jumlah dan harga produk Taiwan lebih tidak masuk untuk pasar India untuk itu menyarankan pengusaha Taiwan untuk mengambil titik gerak pada harga yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan pasar India.