(Taiwan, ROC) Kasus subversi kekuasaan yang melibatkan Lee Ming-che dijatuhi hukuman pidana selama 5 tahun, istri Lee bernama Lee Ching-yu(李凈瑜) tiba di tempat ikut mendengarkan hasil sidang.
Usai diwawancarai Lee Ching-yu menyebarkan informasi ini melalui Live FB. Lee Ching-yu mengemukakan, setelah divonis, perjumpaan singkat dirinya bersama Lee Ming-chih kurang dari 3 menit, Lee Ming-che menunjukkan bagian dada dan jari telunjuk ditaruh di atas mulut, maka ia beranggapan ada penyadap yang terpasang di badan Lee sehingga diam seribu bahasa.
Lee Ching-yu mengemukakan, ia memberitahu Lee Ming-che pada bulan Agustus beberapa hal yang telah dilakukannya, menjelaskan kepada dunia bagaimana kebijaksanaan pemerintahan memberikan vonis hukuman, ia sudah berangkat ke Amerika, ke gedung putih dan PBB meminta untuk menindaklanjuti kasus ini dan tidak menyerah.
Lee Ching-yu mengatakan, “Saya tidak terlibat semua langkah yang disebutkan, saya akan meminta bantuan internasional kepada negara beradab turut simpati dengan tahanan politik, PBB sudah memberitahu akan menindaklanjuti kasus Lee Ming-che, selanjutnya meminta kepada saya bulan Febuari tahun depan terus menyampaikan laporan kasus ini, mengejar idealis membutuhkan pengorbanan. Berjuang demi kepentingan kaum lemah dengan mempromosikan peradaban manusia maka perlu adanya pengorbanan, Lee Ming-chih mengetahui adanya bahaya, semenjak awal telah menyadari namun mengalami perlakuan dipaksa mengaku bersalah, ditahan. Dalam benak kami tidak tertanam halusinasi, semua perlu dihadapi kami tidak berhak untuk berkeluh kesah.”
Taiwan Association for Human Rights membentuk aliansi pendukung Lee Ming-chih terdapat lebih dari 136 tim berasal dari berbagai negara turut memberikan dukungan, meliputi Freedom House dan Human Rights Watch.
Seorang peneliti dari Amnesty Internasional, Wiliam Nee mengatakan, hasil keputusan ini tidak adil dan tidak dapat diterima. William Nee mengatakan ke media, Lee Ming-chih tidak semestinya ditahan di penjara, semua hal-hal yang dikerjakannya, mencakup pendapat yang dibagikan di sosial media, mendapat perlindungan hukuman internasional.
Taiwan Association for Human Rights membentuk aliansi pendukung Lee Ming-chih terdapat lebih dari 136 tim berasal dari berbagai negara turut memberikan dukungan, meliputi Freedom House dan Human Rights Watch.