(Taiwan, ROC) Perundingan perdagangan bilateral antara Taiwan dan Amerika Serikat berdasarkan Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi (TIFA) kemungkinan besar tidak akan digelar pada tahun ini karena jabatan deputi representatif perdagangan Amerika Serikat sampai sekarang masih belum ditunjuk, tapi Taiwan akan berusaha meneruskan berbagai komunikasi teknis dengan Amerika Serikat di bawah TIFA.
Demikian ditegaskan Perdana Menteri Lai Ching-te (賴清德) ketika menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif pada hari Senin, merespon pernyataan Menteri Negara merangkap Kepala Kantor Perundingan Ekonomi dan Perdagangan John Deng Chen-chung (鄧振中) sehari sebelumnya.
Deng mengutarakan, sejak resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sampai sekarang belum menentukan dan menunjuk pejabat Deputi Kantor Representatif Perdagangan, yang biasanya mewakili Amerika Serikat dalam mengadakan perundingan ekonomi dan perdagangan bilateral dengan negara-negara Asia.
Untuk itu, tutur Deng, kemungkinan akan sangat besar bagi perundingan bilateral antara Amerika Serikat dan sejumlah negara Asia untuk dihentikan tahun ini, termasuk perundingan TIFA dengan Taiwan.
Sementara itu, perihal upaya Taiwan bergabung dengan format baru Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yaitu Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership, CPTPP), Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) mengemukakan, memang masih ada kesulitan dalam bidang politik bagi Taiwan untuk dengan lancar menjadi anggota CPTPP, tapi semuanya sudah diketahui dan diusahakan diatasi.
Wang menerangkan, setelah Amerika Serikat mundur dari TPP, Jepang menjadi pemimpin bagi pembentukan CPTPP, maka ada kemungkinan Jepang akan menggunakan berbagai isu perdagangan, termasuk ekspor produk pangan daerah bencana nuklir, untuk menjadi modal bagi perundingan masuknya Taiwan dalam CPTPP.