(Taiwan, ROC) Andaikata proyek pembangunan kapal penyapu ranjau tidak diteruskan, kerugian kelompok bank publik diperkirakan akan berjumlah NT$14,897 milyar, demikian diingatkan oleh Kementrian Keuangan (MOF) ketika menyampaikan laporan di Yuan Legislatif pada hari Senin.
Laporan tersebut berfokus pada kontroversi yang muncul setelah Perusahaan Perkapalan Ching Fu (慶富造船) disangsikan menipu bank dan menggunakan uang yang dimaksudkan untuk membangun kapal penyapu ranjau untuk diinvestasi secara ilegal di Daratan Tiongkok.
Agustus lalu, Kantor Kejaksaan Daerah Kaohsiung memeriksa 19 petinggi perusahaan yang dikontrak oleh pemerintah untuk membangun enam kapal penyapu ranjau itu, dan menemukan kondisi tidak disalurkannya dana berjumlah NT$35,293 milyar ke produser peralatan bersangkutan.
Ketua Komisi Pengawas Keuangan (FSC) Wellington Koo (顧立雄) yang hari ini juga hadir di persidangan Yuan Legislatif mengatakan, “Laporan pemeriksaan tahap pertama tidak mampu menemukan aliran dana sebesar sekitar US$150 juta dari pihak perusahaan ke pihak produser peralatan. Penyalahgunaan dana pinjaman ini masih perlu diinvestigasi lebih lanjut oleh pihak kejaksaan.”
Menurut Koo, FSC juga menyadari kondisi dipergunakannya uang pinjaman dari bank bawah tanah sebanyak NT$1,685 milyar oleh Perusahaan Ching Fu untuk membayar utang sebesar NT$1,75 milyar, yang disalurkan oleh Bank Kaohsiung setelah Ching Fu memenangkan tender proyek pembangunan kapal penyapu ranjau pemerintah pada 23 Oktober 2014.