Karangasem, Bali, Senin, 27 November 2017 (RTI/ANTARA) - Setelah diantisipasi selama beberapa bulan, Gunung Agung akhirnya meletus pada hari Minggu malam.
Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mendeteksi secara visual aktivitas Gunung Agung yang dua kali melontarkan cahaya merah diiringi suara dentuman keras yang bersamaan semburan abu vulkanik dari kawah gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut.
"Secara visual kami melihat kepulan asap konstan Pukul 20.00 Wita hingga Pukul 21.00 Wita yang terekam juga ada suara dentuman disela kepulan abu yang menerus naik," kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG, I Gede Suantika di Pos Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Minggu malam.
Menurut dia, kebulan abu kelabu gelap yang terdata saat ini mencapai ketinggian antara 3.000 meter dari puncak Gunung Agung dan terdengar dentuman yang teridentifikasi dari seismograf milik PVMBG di pos pantau.
Gubernur Bali, Made Mangku Patika memperkirakan kurang lebih 15.000 wisatawan tertahan di Pulau Bali saat ini, akibat penutupan Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai, selama 24 jam karena terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Agung.
"Sehari ini saja saya kira sudah banyak sekali, mungkin saja sudah 15.000 sampai 20.000 orang per hari ini, karena turis asing saja itu paling kecil datang ke Bali sebanyak 5.000 sampai 7.000 orang per harinya yang masuk dan keluar Bandara Ngurah Rai ini," ujar Mangku Pastika saat mengunjungi Pos Pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Senin.
Sementara itu, sekitar 89.000 penumpang dari dan menuju ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali batal terbang seiring dengan pembatalan 445 penerbangan akibat meningkatnya status Gunung Agung yang menjadi awas yang menyebabkan ditutupnya bandara hingga Selasa (28/11).
Juga menurut Mangku Pastika, sebanyak 22 desa di Kabupaten Karangasem, terdampak radius zona rawan bencana Gunung Agung yang saat ini statusnya masuk level IV (awas), Senin.
Apabila dihitung keseluruhan desa yang ada di Bali jumlahnya hingga ratusan desa yang masih aman, karena orang-orang masih bisa melakukan aktivitas secara normal, kecuali warga yang ada di Karangasem harus menggunakan masker.