History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Seminar Perpustakaan Nasional Taiwan: Pembahasan Hubungan Antar Taiwan Dan Asia Tenggara Di Era Modern

  • 24 November, 2017
  • Editor
Seminar Perpustakaan Nasional Taiwan: Pembahasan Hubungan Antar Taiwan Dan Asia Tenggara Di Era Modern
Seminar Perpustakaan Nasional Taiwan: Pembahasan Hubungan Antar Taiwan Dan Asia Tenggara Di Era Modern

(Taiwan, ROC) --- Pusat Penelitian Perpustakaan Nasional Taiwan pada tahun ini telah genap 10 tahun berdiri. Guna untuk menyesuaikan dengan Kebijakan Baru Arah Selatan, tahun ini bekerja sama dengan Graduate Institute of Taiwan History National Taiwan Normal University (NTNU) menyelenggarakan seminar dua hari (24-25 November) yang bertajuk “Modern Taiwan And Southeast Asia: The 10th Anniversary of the Taiwan Study Research Center”. Dalam seminar ini juga turut mengundang para pakar baik dari dalam maupun luar negeri untuk mempublikasikan makalah dan membahas isu terkait dengan interaksi Taiwan dengan Asia Tenggara dalam era modern ini.

Chen Shi-rong (陳世榮) yang merupakan penyusun rencana seminar dan juga merupakan editor dari Perpustakaan Nasional Taiwan (NIL) mengemukakan bahwa selama masa pendudukan Jepang, NIL lebih dikenal dengan nama “Perpustakaan Rumah Pemerintah Taiwan”. Sebelumnya ini merupakan basis penelitian bagi Jepang untuk melakukan pembangunan ke arah selatan, dan merupakan tempat untuk menyimpan sebagian besar informasi dan penelitian yang relevan terkait dengan Asia Tenggara. Diketahui jumlahnya melebihi ratusan ribu, sangat menakjubkan.

Seminar akademisi internasional kali ini akan berpusat pada interaksi antara Taiwan dengan Asia Tenggara pada abad 19 hingga abad ke 20. Selain itu, akan berdasarkan dengan data informasi yang tersimpan, meliputi “Kebijakan Selatan Pada Masa Pendudukan Jepang”, “Penduduk Taiwan di Asia Tenggara”, “Pertukaran Budaya Antara Taiwan Dan Asia Tenggara” dan “Hubungan Ekonomi Taiwan Dan Asia Tenggara”, melalui 4 tema di atas mengundang pakar dari Taiwan, Jepang, Vietnam, Thailand dan Singapura untuk mempublikasikan 16 makalah terkait.

Di antaranya, terdapat ilmuwan yang berasal dari Thailand yang berfokus terhadap hubungan politik dan militer yang erat antara Mantan Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej dengan Kuomintang sehabis perang. Terdapat juga ilmuwan Jepang yang melakukan penelitian pada masa pendudukan Jepang, dimana masyarakat Taiwan dan Jepang bersama-sama menanamkan modalnya di Vietnam. Selain itu mereka juga meneliti perihal identitas dari penduduk Daratan Tiongkok yang bermigrasi ke Taiwan dan masyarakat Taiwan yang bermigrasi ke Asia Tenggara.

Chen Shi-rong mengemukakan bahwa semasa pendudukan Jepang, Jepang yang belum terlalu mengenal akan Taiwan dan Asia Tenggara, melakukan penelitian sistematis yang meliputi penelitian bahasa, adat istiadat dan lingkugan alam. Penelitian ini meninggalkan banyak informasi berharga. Berkaca dengan sistem yang pernah dilakukan oleh Jepang pada masa lampau, mampu memberikan bahan rekomendasi bagi pemerintah untuk mendorong Kebijakan Baru Ke Arah Selatan.

Chen Shi-rong mengatakan, “Penelitian ini sebenarnya dapat memberikan bantuan yang besar, dapat membantu kami untuk mengenal kembali bagaimana pada masa dahulu membangun dan masuk ke dalam lingkungan yang terbilang asing. Sampai saat ini,  sebenarnya kami terhadap wilayah tersebut masih sangat asing. Oleh karenanya kami berharap melalui seminar ini dapat memberikan perkembangan yang baru”.

     

Selain menggelar seminar internasional, NIL juga akan mengambil inisiatif di masa depan untuk menghubungi beberapa institusi pendidikan dan akademisi Asia Tenggara dan Internasional yang meneliti Asia Tenggara. Dengan begitu akan membuat mereka semakin mengerti akan bahan-bahan sejarah koleksi NIL terkait hubungan Taiwan dengan Asia Tenggara dalam era modern saat ini. NIL juga menantikan pertukaran dan kerja sama yang lain di masa mendatang.

Komentar

Terbarumore