(RTI/ANTARA) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengerahkan sekitar 137.000 personel kepolisian dalam Operasi Ketupat 2014 guna mengamankan situasi menjelang dan saat pelaksanaan mudik, serta Hari Raya Idul Fitri.
"Hari ini kami ingin menyampaikan tentang rencana pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 yang bersamaan dengan Operasi Marta Brata. Operasi ketupat 2014 ini melibatkan sekitar 137.000 personel kepolisian," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis.
Operasi Ketupat 2014 akan dilaksanakan selama 16 hari, mulai 22 Juli hingga 6 Agustus.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, menurut Boy, kepolisian bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan guna memberi pelayanan kepada masyarakat agar pelaksanaan kegiatan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Karopemnas Divhumas Polri itu mengatakan, dalam melaksanakan Operasi Ketupat itu, Kepolisian akan lebih mengedepankan upaya-upaya bersifat preventif atau pencegahan yang didukung dengan kegiatan deteksi dini dan penegakan hukum.
Terkait adanya peningkatan intensitas kegiatan masyarakat pada hari-hari terakhir ibadah puasa, Boy mengatakan, kepolisian akan fokus melakukan pengamanan di pusat-pusat perbelanjaan dan sentra perekonomian.
Sementara itu, untuk mengantisipasi peningkatan arus mudik pada 2014, polisi akan memprioritaskan pengamanan jalur Pantura, yang merupakan jalur utama untuk kegiatan mudik.