(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan insiden hilangnya pesawat jenis Mirage 2000 pada tanggal 7 November yang lalu, Menteri Pertahanan dan Keamanan Feng Shih-kuan pada hari Rabu tanggal 22 November saat diinterpelasi dalam rapat Yuan Legislatif menjelaskan bahwa upaya operasi pencarian masih terus berlangsung, dimana pihak Angkatan Udara telah mengutus stafnya untuk melakukan pencarian dan pemberian laporan kepada keluarga korban berkenaan dengan hasil proses pencarian setiap harinya.
Legislator dari partai DPP, Juang Jue-hsiung saat menginterpelasi perkembangan proses pencarian pesawat tempur Mirage 2000 beserta pilot Ho Tzu-yu, Feng Shih-kuan menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya telah menurunkan sebanyak 125 pesawat untuk melakukan upaya pencarian, dimana juga meliputi bantuan yang diberikan dari pihak Jepang dan Yayasan Pertukaran Antar Selat atau SEF yang meminta pertolongan bantuan pencarian dari kapal nelayan yang. Walaupun tidak memberikan hasil yang positif, namun tidak akan menghentikan proses pencarian di kedepannya.
Legislator dari partai KMT, Johnny Chiang yang juga memberikan perhatian berkenaan dengan insiden pesawat Mirage 2000, dengan mengamati sinyal permintaan pertolongan yang dikeluarkan dari sistim ELT, maka diketahui jika instansi pemerintah dan juga satuan penerbangan swasta telah menerima laporan insiden tersebut. Johnny Chiang mempertanyakan sikap yang diambil oleh pihak instansi terkait. Kepala Staf Angkatan Udara Cheng Jung-feng menyampaikan bahwa sumber informasi ELT sangat banyak, sehingga pihak AU juga akan melakukan penyaringan informasi terhadap data yang masuk. Untuk saat ini pihak Angkatan Udara telah melakukan kerjasama dengan Angkatan Laut dalam hal pencarian terhadap pesawat Mirage 2000 beserta pilot yang diindikasikan hilang tersebut.
Cheng Jung-feng mengatakan, “Jenis pesawat tempur ini tentu memiliki sistim pemberian signal pertolongan, meliputi kapal nelayan. Ini sangat banyak dan kompleks, sehingga perlu bagi kami untuk melakukan klarifikasi. Kami telah melakukan pencarian di kawasan hilangnya pesawat, dan hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut, sehingga akan dilanjuti dengan sistim pencarian di bawah dasar laut.”
Sehubungan dengan pernyatan dari anggota legislator dari pihak KMT, Lu Yi-ling yang meragukan sikap AU dengan tetap melanjutkan pembukaan mabes AU di Hsinchu untuk umum pada tanggal 25 November mendatang, pihak Angkatan Udara menyampaikan bahwa program pembukaan Mabes AU di Hsinchu adalah program yang telah diumumkan sebelum terjadinya insiden, sehingga tetap akan dilakukan. Sementara untuk masalah pencarian, pihaknya akan terus memberikan laporan perkembangan kepada satuan dan anggota keluarga korban.