(Taiwan, ROC) – Banyak pihak yang mempertanyakan, Angkatan Laut mendapat tekanan dari Kantor Kepresidenan yang kemudian terlebih dahulu menyelesaikan pembayaran tahap ketiga kapal penyapu ranjau sebesar 2,4 miliar dolar Taiwan ke perusahaan pembuat kapal Ching Fu. Panglima Angkatan Laut Huang Shu-kuang (黃曙光) pada tanggal 20 secara langsung menjelaskan, tidak mendapat tekanan dan telepon dari siapa pun, pembayaran selain berjalan sesuai perjanjian dan aturan, juga berharap proyek infrastruktur negara dapat lebih cepat terselesaikan.
Perdana Menteri (PM), William Lai (賴清德) pada hari Selasa 21 November dalam wawancara disela-sela kegiatan mengatakan, Yuan Eksekutif telah menginvestigasi dan atas permasalahan pembayaran akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Kementerian Kehakiman (MOJ).
William Lai mengatakan, “Atas investigasi kasus kapal penyapu ranjau, Yuan Eksekutif telah melakukan investigasi menyeluruh. Terkait masalah kelanjutan pembayaran, kami berikan semua data ke Kementerian Kehakiman untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.”
Selain itu, perusahaan Ching Fu yang juga menjanjikan Tuvalu untuk membuat kapal namun masih belum menyerahkan barang sesuai perjanjian, dan masih menjadikan kapal sebagai jaminan untuk pinjaman uang 30 juta dolar Amerika dengan bank asing yang menyebabkan pejabat dari Tuvalu datang ke Taiwan untuk meminta pertanggung jawaban, apakah hal ini mempengaruhi hubungan Taiwan dengan Tuvalu, telah menjadi perhatian. Juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee (李憲章) dalam konferesi pers terkait hubungan luar negeri mengatakan, pemerintah berterima kasih atas kerjasama bisnis perusahaan Ching Fu dengan negara sahabat, sangat membantu meningkatkan hubungan persahabatan dan ekonomi perdagangan. Namun terjadinya hal ini, pemerintah juga dapat menjamin hubungan Taiwan dengan Tuvalu tidak akan terpengaruh.
Andrew Lee mengatakan, “Terjadinya hal seperti ini, saya rasa kita disini dapat menjamin, kita dengan Tuvalu dan para pejabat tinggi negara terkait, mempunyai komunikasi yang sangat baik. Hubungan diplomasi kita dengan Tuvalu tidak akan terpengaruh karena masalah Ching Fu, pembuatan kapal tidak sesuai perjanjian, tidak dapat diserah terimakan. Jika Tuvalu merminta MOFA untuk memberikan batuan, tanpa ragu dan diam akan segera turun tangan.”
Terkait kasus pinjaman Ching Fu yang menyebabkan mantan Direktur Utama (Dirut) Bank First Financial Joseph Tsai (蔡慶年) mengundurkan diri, Kementerian Keuangan pada tanggal 20 mengumumkan 3 kasus pialang saham publik, meliputi Dirut MRT Taipei Ray Dawn menjadi Dirut Bank First Financial, Dirut perusahaan Asuransi dan Deposit Pusat Lei Chung-dar (雷仲達) menjadi Dirut Taiwan Cooperative dan Presiden Akademi Perbankan dan Finansial Huang Bor-yi (黃博怡) menjabat Dirut Bank Taiwan Business. Bagi sebagian masyarakat beranggapan, para pejabat ini kebanyakan adalah orang-orang dari Walikota kota Kaohsiung, Chen Chu (陳菊). Terhadap hal ini, William Lai mengatakan, ini pernyataan yang salah dan menekankan, ketiga Dirut baru ini adalah pilihan sesaat dan berpengalaman, berharap masyarakat dapat mendukung dan tidak mudah menilai seseorang.