History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan Ekonomi Perdagangan Taiwan-Jepang, Berkemungkinan Bahas Bea Cukai

  • 21 November, 2017
  • Editor
Pertemuan Ekonomi Perdagangan Taiwan-Jepang, Berkemungkinan Bahas Bea Cukai
Pertemuan Ekonomi Perdagangan Taiwan-Jepang, Berkemungkinan Bahas Bea Cukai

(Taiwan, ROC) – Pertemuan pembahasan ekonomi perdagangan Taiwan-Jepang hari ini mulai dibuka di Tokyo, Jepang, dengan jabat tangan sambil membuka acara secara resmi yang dipimpin oleh Ketua Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang Chiu I-jen (邱義仁) dan Ketua Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan Ohashi Mitsuo. Diperkirakan pada tanggal 22 mendatang akan menanda tangani nota kesepahaman dan MOU kerjasama hubungan Taiwan-Jepang.

Pertemuan kerjasama ekonomi Taiwan-Jepang ke-42 hari ini mulai berlangsung di salah satu hotel di Tokyo, Jepang. Ikut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok (R.O.C) di Jepang, Frank Hsieh (謝長廷), Sekjen Asosiasi hubungan Taiwan-Jepang Chang Shu-ling (張淑玲), Presiden Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan Tanizaki Yasuaki. Usai pembukaan jabat tangan antar Chiu I-jen dan Ohashi Mitsuo bagi media, dilanjutkan dengan pertemuan tertutup.

Petugas pertemuan mengatakan, kedua belah pihak kemungkinan akan menanda tangani nota kesepakatan bidang bea cukai dan pertukaran budaya, namun terkait detalinya masih dalam pembicaraan. Sampai saat ini direncanakan pada tanggal 22 pagi akan dilakukan upcara penandatanganan MOU bea cukai dan perbantuan.

Dalam siaran pers oleh Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang pada hari sebelumnya mengatakan, kedua belah pihak sangat menantikan melalui pertemuan ini, memperkuat hubungan kerjasama ekonomi antar Taiwan-Jepang. Pertemuan ekonomi Taiwan-Jepang pertama kali diadakan tahun 1976.

Tim perwakilan Taiwan meliputi Kementerian Luar Negeri (MOFA), Kementerian Ekonomi (MOEA), Dewan Pertanian (COA) dan pejabat instansi terkait lainnya. Dalam pertemuan ini setidaknya akan membahas 50-60 topik pembicaraan, meliputi kebijakan ekonomi umum, hasil pertanian perhutanan dan laut, serta hak kekayaan intelektual. Terkait apakah akan menandatangani nota kesepakatan atau MOU, pejabat terkait mengatakan, masih harus melihat kondisi pertemuan.

Banyak pihak yang mempertanyakan apakah akan membahas topik produk makanan daerah bencana nuklir Jepang? Pejabat terkait pada hari sebelumnya mengatakan, “Pihaknya belum merencanakan untuk membahas topik terkait di pertemuan ini, sudut pandang pemerintah juga belum berubah.”

Komentar

Terbarumore