(Taiwan, ROC) Ketua Administrasi Pelestarian Lingkungan (EPA) Lee Ying-yuan (李應元) menyerukan Daratan Tiongkok tidak menghalangi upaya Taiwan bergabung dalam perjuangan global menangani perubahan iklim.
Lee mengungkapkan hal tersebut dalam suatu acara temu pers di Taipei, Senin, setelah pulang dari Konperensi Penandatangan ke 23 (COP 23) dari Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (UNFCCC) di markas besarnya di Bonn, Jerman, di mana delegasi Taiwan tidak diizinkan masuk ke ruang konperensi karena oposisi dari pihak Daratan Tiongkok.
Lee Ying-yuan mengatakan, “Di tengah-tengah semua kesulitan ini, kami tetap berusaha menonjolkan dan menampilkan tekad Taiwan untuk ikut serta. Kami harap para sahabat di Beijing menyadari bahwa masalah atmosfir adalah isu yang harus ditangani bersama oleh setiap orang, dan dengan hati yang lapang berhenti menghalangi partisipasi Taiwan.”
Menurut Lee, menggunakan kesempatan di sela konperensi 6-17 November tersebut, delegasi Taiwan mengadakan pertemuan bilateral dengan delegasi dari negara sahabat dan negara-negara peserta lain.
Lee sendiri sempat bertemu dengan Presiden Kepulauan Marshall dan Nauru; Perdana Menteri Tuvalu, Swaziland dan St. Lucia; dan menteri-menteri lingkungan dari Guatemala, Honduras, Nikaragua, Belize, Burkina Faso, Haiti, Kepulauan Solomon dan Yordania.
Perubahan iklim adalah isu global yang membutuhkan kerja sama antar negara, dan sebagai salah satu anggota bumi, Taiwan hanya menginginkan partisipasi bermakna dalam UNFCCC untuk menikmati pengetahuan dalam isu lingkungan bersama semua negara yang terpengaruh oleh perubahan iklim, tegas Lee.