(Taiwan/ROC) --- “The Last Verse” yang merupakan film produksi Taiwan mengikuti ajang Festival Film di Swedia. Diketahui Tseng Ying-ting (曾英庭) yang merupakan sang sutradara beberapa hari lalu hadir dalam pemutaran film tersebut. Film ini mengambil tema akan budaya Taiwan yang memiliki budaya multikultural. Dalam pemutarannya, film ini mampu mendapatkan tepuk tangan yang hangat dari para penonton.
Perwakilan Swedia mengemukakan bahwa Stockholm International Film Festival diadakan semenjak 8 November hingga 19 November, dengan menghadirkan 180 film dari 80 negara. Pada tahun ini, The Last Verse yang merupakan karya dari Bumi Formosa, Tseng Ying-ting selaku sutradara turut hadir dalam pemutaran film tersebut. Setelah film berakhir, para penonton yang hadir memberikan tepuk tangan hangatnya.
Tseng Ying-ting mengemukakan bahwa ini merupakan kali pertamanya mengunjungi Swedia, dan ia merasa sangat puas. Film The Last Verse menceritakan kisah tentang sepasang kekasih yang telah menjalin asmara selama 16 tahun dan setelah melewati tiga kali masa perubahan rezim. Meski sepasang kekasih ini bekerja keras untuk merealisasikan impiannya, tetapi kesulitan dan tantangan terus datang menghampiri mereka. Penonton pun tersentuh akan semangat dan impian yang ditawarkan oleh film tersebut.
Film ini mengambil konsep dengan situasi kehidupan anak muda yang serba kekurangan dan melalui pesona budaya Taiwan yang unik dan multikultural menghantarkan penonton untuk masuk dalam cerita ini. The Last Verse diketahui telah memenangkan penghargaan Golden Bell Mini Drama Awards untuk kategori aktor dan aktris terbaik. Selain itu film ini juga masuk ke dalam nominasi penghargaan Busan Internasional Film Festival.