History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sistem Pengelolaan Makanan Tidak Tepat Tiap Tahun Boros 1,3 Milyar Ton Makanan

  • 16 July, 2014
  • Editor
Sistem Pengelolaan Makanan Tidak Tepat  Tiap Tahun Boros 1,3 Milyar Ton Makanan

   Diperkirakan dari setiap makanan jadi mulai dari pembuatan, pengolahan sampai ke tangan konsumen terdapat pemborosan makanan sekitar 1,3 milyar ton pertahunnya. Para pakar mengimbau untuk menyarankan untuk meningkatkan pelabelan makanan dan mengimbau dan mendidik konsumen untuk membawa pulang makana yang tidak habis dimakan, meskipun kwalitas makanan tersisa yang dibawa pulang mengalami penurunan, tetapi masih tetap dapat disantap.

   Komite Keamanan Pangan Dunia (Committee on World Food Security / CFS) beberapa waktu lalu mengumumkan laporan “Pemborosan dan kerugian dibawah system kesinambungan makanan”.Berdasarkan data dari Organisasi Makanan dan Agricultural Dunia (Food and Agriculture Organization / FAO), hampir 1 per 3 makanan yang dihidangkan bagi manusia dihambur-hamburkan, banyaknya sekitar 1,3 milyar ton.

   Pakar mendapatkan, penyebab utamanya adalah kurang perencanaan waktu panen, tidak teliti dalam pengelolaan produk, tidak tepat dalam penyimpanan, pengaturan suhu udara penyimpanan sehingga mengalami kerugian dan pemborosan makanan.

   Dalam laporan mengemukakan, ada sebagian konsumen yang ragu dengan label yang tercantum pada makanan yang disajikan, mereka beranggapan bahwa makanan kadarluarsa berarti rusak dan harus dibuang, tetapi sebenarnya sebagian label masa berlaku makanan menunjukkan setelah waktu yang dicantumkan, kualitas makanan berkurang, bukan berarti rusak atau berbahaya bagi kesehatan.

   Bahkan ada sebagian pedagang eceran demi memberikan perlindungan konsumen, sengaja menarik barang jajaannya sebelum waktunya, untuk hal ini seharusnya bisa memperbaiki peraturan pelabelan.

   Pada negara berpendapatan rendah, limbah kerugian makanan kebanyakan diakibatkan kondisi penyimpanan makanan yang kurang memenuhi standar, selain itu kurangnya fasilitas pengangkutan untuk pendistribusian makanan dari pabrik, terlalu sempit dan padat tempat yang tersedia di pengecer atau toko-toko, kurang higienis dan juga tidak memiliki perlengkapan lemari pendingin.

   Dalam laporan menghimbau, seharusnya mendidik konsumen untuk merubah perilakunya, jangan memboroskan makanan, pihak rumah makan bisa mengingatkan pelanggannya untuk membungkus makanan yang tidak habis dimakan atau merubah cara pengemasan makanan agar dapat lebih mudah untuk dibawa.

   Selain itu pemerintah juga harus berinvestasi dalam infrastruktur yang berkaitan dengan peningkatan perputaran, penyimpanan dan keamanan pangan, menghindari terjadinya kerusakan atau hilangnya gizi dari makanan tersebut.

Komentar

Terbarumore