(Taiwan, ROC) – Kamar Dagang Eropa di Taiwan, pada tanggal 15 merilis buku saran tahunan 2018, menekankan sulitnya mengajukan pengembangan energi hijau di Taiwan, harus melewati berbagai Kementerian, dan selain memakan waktu dalam prosesnya, sangat tidak menguntungkan pengembangan energi hijau. Menteri Ekonomi (MOEA) Shen Jong-chin (沈榮津) pada hari ini saat menghadiri pemeriksaan anggaran oleh Dewan Ekonomi dan instansi terkait di Yuan Legislatif mengatakan, Yuan Eksekutif telah mengarahkan setiap Kementerian, dalam tugas peninjauan harus dilakukan bersamaan dan MOEA telah membentuk tim khusus untuk membantu menelusuri perkembangan proyek terkait.
Shen Jong-chin mengatakan, “Kantor pengurangan emisi Yuan Eksekutif dikoordinasikan antar Kementerian. Kemudian MOEA juga ada tim khusus yang membantu. Kita pasti akan telusuri, karena mereka juga akan khawatir. Mereka lihat pasar kita disini, jika datang kesini tidak bisa dan disana juga tidak bisa, yang awalnya hal baik, dapat merusak hubungan. Kita juga dapat mengerti.”
Karena pengajuan proyek pengembangan energi angin lepas pantai sangat marak, MOEA selain memilih pihak yang dapat menyokong energi hingga 3 GW, juga bermaksud membuka tender 2,5 GW. Menteri Shen mengatakan, keduanya jika ditambahkan, ada sekitar 1.100 buah pembangkit listrik lepas pantai. Termasuk pembangunan pondasi bawah air, menara, baling-baling dan lainnya, bagi industri, ini dapat menyokong produksi dalam negeri. Beliau telah menginstruksikan Biro Industri dan Komersial untuk melakukan inventarisasi dan menerbitkan daftar industri Taiwan yang dapat membantu para pengusaha asing dalam menemukan rekan yang tepat.
Menteri Shen juga mengatakan, sekarang yang dikhawatirkan kita adalah pembangunan infrastruktur. Seperti proyek pembangunan dan kelautan Kaohsiung, menara, pelabuhan, dan kawasan tenaga angin Taichung, diperkirakan selesai akhir tahun 2019. Usai tahun 2020, dapat menggerakan industri secara keseluruhan.