(Taiwan, ROC) – Taiwan Expo 2017 di Malaysia, hari ini (11/11) memasuki hari terkahir, setiap peserta pameran mengerahkan sepenuh tenaga untuk mempromosikan produknya. Di bawah dukungan kebijakan energi hijau Malaysia, transportasi baterai tenaga matahari dan membran nano-keramik di stand energi hijau, menjadi pusat perhatian para pengusaha Malaysia dan sudah terdengar kabar ada pengusaha Malaysia yang mulai membelinya.
Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (TAITRA) mengatakan, Pemerintah Malaysia sejak tahun 2010 secara aktif mempromosikan industri energi hijau dan memberikan subsidi “Program Pinjaman Teknologi Hijau” sekitar 100 juta Ringgit atau sekitar 11 miliar dolar Taiwan, yang ditujukan khusus untuk 4 bidang yaitu energi, sumber air dan limbah, konstruksi serta transportasi ramah lingkungan. Peluang dan kerjasama yang begitu besar di industri hijau ini, membuat industri energi hijau Taiwan menjadi pusat perhatian dalam Taiwan Expo kali ini.
Contohnya mobil penerangan energi matahari yang dapat di gunakan di parkiran, area konstruksi, lapangan olahraga dan pedalaman, serta daerah yang tegangan listriknya tidak stabil, mendapat perhatian yang khusus. Manajemen Senior Formosa Auto Mobile Corporation, Chiu Hong-jun (邱鴻鈞) mengatakan, teknologi ini tidak perlu menggali tanah dan menarik kabel, sehingga meringankan biaya. Selain itu dapat dimodifikasi menjadi sistem kendaraan atau stasiun pengisi baterai. Beliau mengatakan, “Kita pakai energi matahari. Jika Anda (pakai) sistem independen, Anda akan dihadapi listrik tidak tahu bagaimana cara bekerja. Jadi kami gunakan energi matahari di Malaysia, penuh dengan keunikan energi matahari. Listrik ini dapat dirubah dan disimpan dalam baterai.”
Selain itu, membran nano-kerami penghasil energi yang dapat mengurangi 77% hingga 93% radiasi UV masuk ke dalam ruangan, sehingga dapat menghemat penggunaan AC 25%, sangat cocok untuk kawasan Malaysia yang panas sepanjang 1 tahun. Manajemen Senior Nanya Plastic, Tsai Yan-qing (蔡燕清) mengatakan, “Membran ini jika dioles pada sebuah bahan, dapat menyerap sekitar 95% inframerah, 99% UV. Suhu udara ruangan juga tidak akan seperti habis terjemur yang begitu pengap.”
Berdasarkan informasi, beberapa produk energi hijau telah mendapat perhatian Malaysia dan telah menandatangani pemesanan, kedepannya akan semakin banyak kerjasama. Surat untuk mendukung Taiwan ikut Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) di media Malaysia, menjadi berita utama.
Media berbahasa Inggris dari Malaysia, The Edge Financial Daily, dalam salah satu laporannya tanggal 10 November melampirkan surat dari Penasehat Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Malaysia Liu Bang-chuan (劉邦全) yang berisi mendesak masyarakat internasional untuk mendukung Taiwan ikut dalam UNFCCC.
The Edge Financial Daily dengan bertemakan “Melindungi Bumi dari Perubahan Iklim Membutuhkan Aksi”, melampirkan surat dari Liu Bang-chuan.
Dalam artikel menyebutkan, perubahan iklim adalah fakta ilmiah dan dampaknya nyata telah mempengaruhi penjuru bumi, termasuk Taiwan juga mendapat ancaman. Dalam forum Taiwan yang berlangsung di New York pada 15 September, mengumumkan “peninjauan sukarela nasional (VNR)” pertama. Laporan ini secara detail menyampaikan, 17 target dan langkah konkret pemerintah Republik Tiongkok untuk mencapai target “pembangunan berkelanjutan PBB tahun 2030”.
Sebagai jawaban perubahan iklim pada pergerakan dunia, taiwan berdasarkan aturan “Pengaturan dan Pengurangan efek rumah kaca”, menyusun “rencana aksi nasional perubahan iklim” sebagai arah dasar mitigasi dan adaptasi.
Taiwan juga telah selesai merevisi aturan perlistrikan dan perkembangan energi hijau, serta menentukan program pengembangan energi serta melalui keikutsertaan masyarakat akan menyusun rangkaian transformasi energi, untuk mempromosikan transformasi struktur energi untuk mencapai pengembangan energi berkelanjutan.
Taiwan telah secara komprehensif meningkatkan kemampuan untuk mengatasi masalah perubahan iklim, sesuai dengan “Perjanjian Paris”, mendorong setiap negara untuk rencana pengurangan polusi. Selain itu berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 50% di tahun 2050.