(Taiwan, ROC) – Perdana Menteri Allen Chastanet dari St. Lucia, salah satu negara sahabat yang berada di Laut Karibia, memimpin rombongan delegasi kunjungan kenegaraan ke Taiwan sejak hari Rabu tanggal 8 November lalu. Rombongan diterima oleh Presiden Tsai Ing-wen, dengan upacara kemiliteran di depan alun-alun Istana Kepresidenan yang disertai dengan dentuman meriam sebanyak 19 kali, dilanjuti dengan paduan suara lagu kebangsaan Republik Tiongkok dan pemeriksaan pasukan upacara secara khidmat.
Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai menjelaskan bahwa St. Lucia adalah negara sahabat penting bagi Taiwan, dimana hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak April 2007 hingga saat ini, menunjukkan eratnya tali silahturahmi yang ada. Hal ini dapat dibuktikan dengan kunjungan Allen Chastanet kali ini merupakan yang kedua kalinya sejak dirinya terpilih sebagai Perdana Menteri, dimana kunjungan perdana dilakukan pada bulan Juli tahun lalu.
Presiden Tsai menyebutkan sekalipun jarak antara kedua negara terbilang jauh, namun keduanya sama-sama berpedoman pada asas demokrasi, kebebasan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, sehingga diharapkan kedua belah pihak mampu menggalang kerjasama yang lebih erat lagi di masa yang akan datang.
Presiden Tsai mengatakan, “Kami harapkan kedua belah pihak mampu menggalang kerjasama yang lebih banyak lagi di masa yang akan datang, sehingga diharapkan mampu mempererat tali silahturahmi kedua belah negara.”
Perdana Menteri Allen Chastanet saat memberikan kata sambutan menyampaikan bahwa dirinya berterima kasih atas undangan kunjungannya ke Taiwan, dan merasa bangga dapat bertemu langsung dengan Presiden Tsai Ing-wen, serta menjalin mitra usaha bersama kedua belah pihak. Allen Chastanet menjelaskan bahwa kunjungan kali ini boleh disebut sebagai kunjungan resmi perdana dirinya ke Taiwan. Sekalipun jarak kedua belah negara terbilang jauh, namun persahabatan yang ada dinilai cukup erat dan saling menguntungkan, dimana telah meliputi berbagai program kerjasama untuk bidang pemberian beasiswa pendidikan, pengembangan perekonomian kawasan, budidaya sayur mayur, budidaya perikanan, serta dunia informasi teknologi. Tujuan utama dalam kunjungannya kali ini adalah untuk mempererat hubungan diplomatik yang telah terbina dan membangun fondasi utama dalam berbagai jenis kerjasama yang menguntungkan di kemudian hari.
Allen Chastanet mengatakan, “Dalam pengalaman selama dua hari sebelumnya selama kunjungan kali ini, maka semakin memberikan saya lebih percaya diri akan pencapaian target yang kami harapkan.”
Allen Chastanet menjelaskan bahwa negara St. Lucia dalam menghadapi berbagai tantangan yang besar, selalu berupaya untuk melepaskan diri dari berbagai jenis bentuk pemahaman yang konservatif. Pengalaman dalam menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan merupakan sebuah contoh yang sangat baik, dimana mampu menjadi mitra usaha yang menguntungkan di dalam situasi persaingan ketat dalam kawasan. Dirinya berharap kedua belah pihak dapat meneruskan berbagai bentuk kerjasama yang telah tercapai selama ini.