(Taiwan, ROC) – Taiwan kini tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja yang professional untuk bidang perindustrian, untuk itu Yuan Eksekutif pada hari Rabu tanggal 10 November mengumumkan beberapa faktor penyebab utama kendala yang tengah dihadapi oleh negara, antara lain kurangnya peluang pengembangan pasar dalam negeri, gaji rendah yang menyebabkan kesulitan dalam menghadapi persaingan internasional, kompleksitas administrasi bagi warga asing untuk menetap di Taiwan dan kekurangan sumber daya manusia bidang teknologi digitalisasi. Oleh sebab itu Yuan Eksekutif mengusung 21 jenis program solusi guna mengatasi masalah tersebut, dengan menitikberatkan pada prinsip penetapan, pembelajaran dan pencarian SDM yang berkualitas.
Yang dimaksud dengan penetapan SDM berkualitas adalah memberikan insentif dan tawaran yang lebih baik agar para SDM yang berkualitas dapat tetap tinggal di Taiwan, misalnya melalui penerapan kebijakan wirausaha inovatif, pajak pendapatan khusus bagi warga asing. Untuk prinsip pembelajaran SDM berkualitas adalah memperkuat rantai mitra usaha antara perusahaan dengan lembaga pendidikan, membantu mencarikan perusahaan yang bersedia untuk menjalin hubungan kerjasama dengan pemberian kesempatan beasiswa bagi pelajar, sehingga secara perlahan mampu menutupi kekurangan permintaan kebutuhan pasar yang ada selama ini. Sementara untuk prinsip pencarian SDM berkualitas adalah memberikan kelonggaran dalam hal ijin menetap di Taiwan, mempermudah ijin penggunaan perusahaan berskala internasional dalam hal perekrutan warga asing, dimana tentu akan disesuaikan dengan peraturan yang diberlakukan di Taiwan. Wakil Kepala Dewan Pembangunan Nasional Kao Shien-quey menjelaskan bahwa prosentase warga Taiwan yang merantau dan bekerja di luar negeri semakin hari semakin meningkat, maka diharapkan melalui berbagai program yang diusung tersebut, selain mampu mengurangi keterbatasan jumlah SDM profesional yang dibutuhkan oleh dalam negeri, maka juga sekaligus mampu untuk menarik perhatian SDM asing yang berkualitas untuk bisa turut masuk ke Taiwan dan mendukung tercapainya Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru.
Kao Shien-quey mengatakan, “Selain para pelajar yang berlatar belakang Tionghwa Perantauan atau pelajar asing, maka kami berharap juga mampu menggalang kerjasama dengan negara-negara sasaran kebijakan dalam bidang interaksi pertukaran SDM berkualitas. Kini jumlah investor asal Taiwan yang melakukan ekspansi usaha ke Asia Tenggara juga semakin meningkat, maka diharapkan mampu mempermudah dan menciptakan sebuah standarnisasi perekrutan karyawan asing lintas negara untuk bisa mendapatkan pembelajaran dan pelatihan di Taiwan, sehingga karyawan yang dikategorikan dalam Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru juga bisa mendapatkan bimbingan pelatihan di Taiwan.”
Kao menjelaskan lebih lanjut untuk program kebijakan yang akan dilakukan tersebut tidak akan mengikutsertakan hubungan antar selat, dimana untuk kemudahan yang diberikan ini akan difokuskan kepada negara-negara sasaran Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru.