(Taiwan, ROC) – Guna mempererat kerja sama bidang perindustrian dengan negara-negara sasaran Kebijakan Menuju Asia Selatan Baru, di sela ajang KTT APEC yang digelar tahun ini, Menteri Perekonomian Shen Jong-chin melakukan diskusi dengan Filipina, Australia, Indonesia dan beberapa perwakilan delegasi negara lain yang tidak dapat diumumkan untuk publik. Berkenaan dengan isi hasil diskusi pertemuan juga telah dijelaskan oleh Shen Jong-chin dalam jumpa pers yang digelar pada hari Kamis malam tanggal 9 November.
Shen menyampaikan bahwa Taiwan telah membangun sebuah mata rantai usaha yang terintegrasi dengan sempurna untuk industri pembangkit listrik tenaga surya, sehingga hal ini akan menjadi bagian penting untuk pengusungan mitra kerjasama dengan Filipina, yang memiliki sumber daya alam panas bumi yang berpotensi baik. Di waktu yang bersamaan, Filipina berniat untuk melakukan kerjasama dengan Taiwan dalam bidang pengembangan garmen, pembuatan sepatu, sehingga setelah Shen kembali ke Taiwan, maka akan meminta Federasi Tekstil Taiwan dan Institut Riset Teknologi Sepatu dan Rekreasi terkait, untuk menindaklanjuti pembahasan kerja sama tersebut.
Sehubungan dengan Indonesia, Shen Jong-chin menyebutkan bahwa pihaknya pada hari Jumat pagi telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Indonesia. Pembahasan selain dimulai dengan pendalaman mitra usaha industri logam, mesin, makanan biotek, informasi komunikasi, elektronika, kapal dan mesin cerdas, kedua belah pihak juga menyetujui adanya penempatan perwakilan di masing-masing tempat.
Shen mengungkapkan bahwa diskusi bilateral juga dilakukan dengan beberapa perwakilan negara lain, sekalipun tidak dapat dipublikasikan untuk umum, namun kesimpulan yang dapat diberikan adalah mayoritas negara tertarik dengan keunggulan yang dimiliki oleh Taiwan dalam hal pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, jalur rel untuk transportasi, teknologi kota cerdas dan informasi digital, sehingga mengharapkan akan tercipta kerjasama dengan Taiwan di kedepannya.