Kementerian Ekonomi Republik Tiongkok (MOEA) pada bulan Juli 2012 telah menetapkan dua lokasi pembuangan limbah nuklir yakni di kecamatan Daren, Taitung dan Kecamatan Wuqiu, Kinmen namun hal terhalang karena masih ditentang oleh pemerintah daerah dan menolak untuk dilakukan referendum. Oleh karena itu, Kemenko mencoba untuk melakukan pendekatan dengan provinsi Gansu, Daratan Tiongkok untuk menjalin kerjasama pembuangan limbah nuklir.
Legislator Partai Kuomintang (KMT) Kung Wen-chi (孔文吉) dalam sidang interplasi menyebutkan bahwa masalah limbah nuklir sudah bertahun-tahun, apakah Kemenko sudah melakukan pendekatan ? Wakil Menteri Ekonomi Tu Zhu-chun (杜紫軍) menyampaikan, provinsi Gansu adalah alternatif yang paling penting, namun pembahasan baru saja dimulai dan sampai saat ini masih belum ada perkembangan lebih lanjut. General Manajer Perusahaan Listrik Taipower Chu Wen-chen (朱文成) menjelaskan, kedua belah pihak memiliki kemauan yang tinggi untuk menjalin kerjasama namun sampai saat ini masih belum ada hasilnya.
Chu menyampaikan : Saya yakin kemauan untuk menjalin kerjasama semua pihak cukup tinggi, cukup optimis, kami berharap bisa ada hasilnya. Saat ini sulit kami jelaskan, karena belum tercapai targetnya tentu sulit bagi kami mengatakan mana yang lebih mungkin, namun kami masih berusaha untuk menyelesaikan masalah ini, tidak mungkin akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Menteri Dewan Urusan Energi Atom (AEC) juga menyampaikan, limbah nuklir yang akan ditempatkan di dalam atau di luar negeri harus mendapatkan ijin dari AEC, tidak akan ada perbedaaan dimanapun penempatan limbah itu.